Tahukah kau saat kau bersedih,,akulah orang yang pertama meneteskan air mata?? Tahukah kau saat tubuhmu terluka,, akulah orang yang pertama merasa tersakiti. Tahukah kau saat hatimu tertusuk duri,, akulah orang yang pertama berusaha sekuat tenaga untuk mencabut duri itu?? Tahukah kau saat kau terbangun dari mimpimu di penghujung malam,,akulah orang yang pertama terjaga dari tidurku?? Dan tahukah kau saat kebahagiaan datang menymbut hari-harimu,, senyumku terukir indah meski tak pernah kuperlihatkan di hadapanmu??
Kita memang jauh terpisah ruang dan waktu.. Mata kita tak pernah saling menatap..Tangan kita belum pernah saling berjabat.. Raga kita belum pernah saling berhadap.. Tubuh kitapun belum jua pernah mendekap.. Tapi ketahuilah bahwa hati kita tetap dekat tanpa jarak.. Cinta di hati inipun selalu hinggap tak pernah lenyap.. Merayap,,, merangkak kedasar hati.. Mengerak di palung jiwa.
Bukankah dulu aku pernah berkata,, bahwasanya kita masih berpijak di bumi yang sama. Kita masih berteduh di langit yang sama. Kitapun masih menghirup udara yang sama. Maka sesungguhnya kita tak pernah jauh. Yakinlah akan hal itu.. Diamku bukan tanpa alasan,, bungkamku bukan tanpa pedoman,, tapi semua itu aku lakukan hanya untuk menciptakan rindu yang ku harap kan menyelusup masuk ke dalam hatimu.. Aku ingin menanamkan putik-putik bunga rindu yang nantinya kan merekah indah di taman hatimu..Agar kelopak-kelopaknya harum mewangi.. Sebagai bingkai penghias kalbumu. Sebagai pondasi penopang rusuk-rusukmu.. Agar kau selalu mengingatku.. Agar kau selalu mengenangku.. Seperti janji-janji yang pernah kau ikrarkan kala itu, disaksikan desah angin malam.. Disaksikan pendar kelip gemintang..
Yakinlah aku tetap menantikanmu di setiap malam-malamku. Menantikan suaramu menggema di seluruh ruang. Menamani sepinya jiwa yang kerap membelengguku. Yakinlah suatu saat aku kan menjemputmu dengan bentangan sayap-sayap cintaku. Terbang jauh ke taman langit,, mengelilingi guratan tujuh warna bianglala yang terukir indah di nirwana. Seperti mimpi-mimpi kita.. Seperti harapan kita berdua untuk mengukir nama kita berdua di atas awan. Lalu membawanya pulang sebagai kenangan yang tak kan pernah terlupakan.
Aku ingin kau tahu,,terangya ribuan kerlip gemintang di taman langit malam ini tak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan nyala api cintamu yang berpijar terang merasuk hingga ke lorong hatiku yang gelap gulita.. Kekal dan terus menyala ia disana. Tak pernah padam.. Tetap berkobar..
Lalu akupun ingin kau tahu,, indahnya bait demi bait goresan kata penyair dan sejuta fatwa pujangga tak berarti apa-apa bila di bandingkan dengan kemilau senyum bibirmu yang mampu menghapus rana duka di dalam hati ini.. Menebarkan wewangian kasih yang mampu merenggut pedih nestapa seketika.. Hingga luka ini perlahan hilang,, pias,, sirna lalu pergi tak berbekas . Terbawa indahnya senyum yang kau ukir di bibirmu dengan penuh cinta.. Akupun ingin kau tahu,, merdunya suling serunai belumlah mampu menandingi merdunya suaramu yang kerap kali berbisik di telingaku.. Mengalun dan membahana hingga buatku terlena.. Dan sekarang aku ingin kau tahu,, meski seribu kata dan sejuta umpama kutuliskan dalam puisi ini,,semua itu belumlah cukup untuk menggambarkan begitu sempurnanya kau bagiku.. Tapi satu yang aku harap darimu,, semoga dengan secuil kata-kata dalam puisiku ini kau bisa mengerti bahwa begitu besar cintaku untukmu.. Dengan cara ini kuperlihatkan cintaku.. Dan dengan cara ini aku mengagumimu..
oleh Aldy Rahadian
Kita memang jauh terpisah ruang dan waktu.. Mata kita tak pernah saling menatap..Tangan kita belum pernah saling berjabat.. Raga kita belum pernah saling berhadap.. Tubuh kitapun belum jua pernah mendekap.. Tapi ketahuilah bahwa hati kita tetap dekat tanpa jarak.. Cinta di hati inipun selalu hinggap tak pernah lenyap.. Merayap,,, merangkak kedasar hati.. Mengerak di palung jiwa.
Bukankah dulu aku pernah berkata,, bahwasanya kita masih berpijak di bumi yang sama. Kita masih berteduh di langit yang sama. Kitapun masih menghirup udara yang sama. Maka sesungguhnya kita tak pernah jauh. Yakinlah akan hal itu.. Diamku bukan tanpa alasan,, bungkamku bukan tanpa pedoman,, tapi semua itu aku lakukan hanya untuk menciptakan rindu yang ku harap kan menyelusup masuk ke dalam hatimu.. Aku ingin menanamkan putik-putik bunga rindu yang nantinya kan merekah indah di taman hatimu..Agar kelopak-kelopaknya harum mewangi.. Sebagai bingkai penghias kalbumu. Sebagai pondasi penopang rusuk-rusukmu.. Agar kau selalu mengingatku.. Agar kau selalu mengenangku.. Seperti janji-janji yang pernah kau ikrarkan kala itu, disaksikan desah angin malam.. Disaksikan pendar kelip gemintang..
Yakinlah aku tetap menantikanmu di setiap malam-malamku. Menantikan suaramu menggema di seluruh ruang. Menamani sepinya jiwa yang kerap membelengguku. Yakinlah suatu saat aku kan menjemputmu dengan bentangan sayap-sayap cintaku. Terbang jauh ke taman langit,, mengelilingi guratan tujuh warna bianglala yang terukir indah di nirwana. Seperti mimpi-mimpi kita.. Seperti harapan kita berdua untuk mengukir nama kita berdua di atas awan. Lalu membawanya pulang sebagai kenangan yang tak kan pernah terlupakan.
Aku ingin kau tahu,,terangya ribuan kerlip gemintang di taman langit malam ini tak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan nyala api cintamu yang berpijar terang merasuk hingga ke lorong hatiku yang gelap gulita.. Kekal dan terus menyala ia disana. Tak pernah padam.. Tetap berkobar..
Lalu akupun ingin kau tahu,, indahnya bait demi bait goresan kata penyair dan sejuta fatwa pujangga tak berarti apa-apa bila di bandingkan dengan kemilau senyum bibirmu yang mampu menghapus rana duka di dalam hati ini.. Menebarkan wewangian kasih yang mampu merenggut pedih nestapa seketika.. Hingga luka ini perlahan hilang,, pias,, sirna lalu pergi tak berbekas . Terbawa indahnya senyum yang kau ukir di bibirmu dengan penuh cinta.. Akupun ingin kau tahu,, merdunya suling serunai belumlah mampu menandingi merdunya suaramu yang kerap kali berbisik di telingaku.. Mengalun dan membahana hingga buatku terlena.. Dan sekarang aku ingin kau tahu,, meski seribu kata dan sejuta umpama kutuliskan dalam puisi ini,,semua itu belumlah cukup untuk menggambarkan begitu sempurnanya kau bagiku.. Tapi satu yang aku harap darimu,, semoga dengan secuil kata-kata dalam puisiku ini kau bisa mengerti bahwa begitu besar cintaku untukmu.. Dengan cara ini kuperlihatkan cintaku.. Dan dengan cara ini aku mengagumimu..
oleh Aldy Rahadian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar