Jumat, 04 Februari 2011

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian dua)

Bangunlah Jiwanya
Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Yang sering mengunjungi page, group maupun blog GUBRAK tentu sering melihat motto yang saya kutip dari penggalan lagu Indonesia Raya ini terpampang di sana. Kalimat yang familiar dan sudah seharusnya kita semua hafal (kecuali yg tidak merasa mencintai negerinya. hahahah).

Barangkali kalimat itulah yang turut menginspirasi saya untuk lebih mengembangkan GUBRAK agar menjadi komunitas dunia maya yang tidak sekedar ajang lelucon belaka. Mesti ada progress agar komunitas tidak bergerak stagnan dan membosankan. Tidak bisa di pungkiri, peran teman di sini juga memberi banyak warna dalam mengarahkan GUBRAK menuju ke jalur yang lebih positif.

Terus terang saya penyuka diskusi tentang ke Indonesiaan, saya penggila kisah kisah lokal tradisional, saya menyukai filsafat (walaupun awam), saya fans film film klasik, penikmat wayang dan tentu saja saya santri yang terkagum kagum dengan peran ulama ulama Indonesia yang dalam berbagai sisi ikut menyokong berdirinya negri ini, ikut memberi warna budaya leluhur dan senantiasa mampu menyelaraskan hubungan antara religi dan kebangsaan.

Wafatnya Gus Dur (30 desember 2009) terus terang sontak turut serta memacu adrenalin saya untuk mengambil haluan yang padahal belum pernah saya rencanakan sebelumnya untuk GUBRAK. Meninggalnya sang Penakhluk tak ayal begitu membekas di hati saya. Bagaimana dia berjuang untuk Indonesia, bagaimana dia menterjemahkan kesantriannya dalam ranah sosial, bagaimana kegigihannya membela minoritas (sesuatu yg sebenarnya di wajibkan oleh konstitusi, tapi sayang, sangat sedikit yg ikhlas mengambil peran ini) dan sejuta inspirasi dari sang Guru Bangsa kemudian mengarahkan pikiran saya untuk (setidaknya) ingin juga berbuat.

Maka, gerakan bangun pagi menemukan momentum yang pas untuk berbuat.

Bangunlah Jiwanya
Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Kenapa cuma bangun pagi...
Kenapa cuma sekedar komunitas seremonial...
Kenapa kita tidak meng GUBRAK di segi lain...

Ya...
Kita harus mengambil peran yang lebih besar.
Untuk Indonesia...
Untuk mengawal negri tercinta...
Untuk memungut kembali peninggalan leluhur yang telah di lupakan...
Untuk mengatakan bahwa, kita....
CINTA INDONESIA !!!!

Agenda besar (sebesar kepala saya tentunya...! hahahah ) segera kita susun kawan.

Tema budaya kemudian mengemuka mengawali ekspansi (mbuh artine opo) GUBRAK. Kita buat group group daerah untuk menggali potensi lokal yang biasanya kurang diminati orang. Dan dari sini mulai tampil pahlawan pahlawan baru GUBRAK yang jasanya tidak kecil untuk GUBRAK. Adalah Guztra Menggapai Impian yang berperan aktif membantu saya (malahan saya kalah aktif) membuka lahan (meniru Raden Wijaya Raja Majapahit pertama) di zona Jawa Timur Bali.

Di awali dari wilayah Jawa bagian timur, kita membuat group lokal bertitel GUBRAK ( The Early Wake Up Movement ) Zona Jawa Timur Bali. Dan respon publik sangat menarik. Perkembangannya terlampau cepat untuk group yang padahal pendirinya sampai tulisan ini turun belum pernah punya komputer (hanya modal HP. Kalo penting banget, paling ke warnet). Dan anehnya, kita kerjanya cuma kirim kirim inbox soal kisah lokal, kesenian dan budaya lokal, tapi kok mau maunya fesbuker bergabung. Hahahaha......
Ini adalah surprise tersendiri buat saya. Bahwa ternyata saya tidak sendirian. Terlalu banyak teman yang respek untuk tujuan baik.

Buat kawan kawan yang cuma punya HP, jangan takut mengeluarkan ide baikmu. Yang penting jalan aja dulu. nanti kalau itu bertujuan mulia, akan ada pahlawan pahlawan hebat yang akan menemani idemu. Percayalah...!!!!.

Dari Jawa Timur kemudian merembet ke barat, Jawa Tengah & DIY, melompat ke Sumatera, kemudian balik lagi ke timur dengan GUBRAK Zona Indonesia Timur dan terakhir GUBRAK Zona Pasundan. Group GUBRAK awal kemudian berubah menjadi GUBRAK Zona DKI Jakarta (Pasca di bikinnya page GUBRAK INDONESIA).

Karya ini tentu tidak bisa eksis tanpa bantuan teman teman (bahkan sebenarnya yg pinter bukan pendirinya, tapi anggotanya). Ada GMI, ada Kang M3, ada mas Khaliq Ariestasya, ada Sang Dewi Kitala dan ribuan teman yang berdiri di belakang kami.

Akhirnya, semoga karya sepele ini bisa memberi warna yang walaupun setitik, untuk kita semua...
Terima kasih sobat Gubrak...
I love you so much...
Terima Kasih guru inspirasiku....
Gus Dur sang GUBRAKER !!!

Bersambung (kalo sempat nulis lagi....)

oleh Mohammad Hafidz Atsani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar