Hari-hari kulewatkan dengan menepis seluruh rasa
Memupus asa yang tak surut meraja bahkan menjelma jadi cinta
Sahabat yang kian kunanti tak jua menampak mata
Di hati bukan hanya ada kita tapi dia…
Sering kuingatkan kau tentangnya tentang janji masa silam
Namun tepis dan segala tepis kau haturkan sebagai pengobat lara
Ku tahu, ku rasa, kau pun ada aku jua
Tak sehari aku berjajar menjaja
Menjaja sabar demi meredam amarah yang ada
Aku tak kuasa mengeja kata
Kau yang kupersilakan mendahulu makna
Tak kuduga sebelum masa
Kau utarakan yang kutepis berhari kala
Kau lupa kulewatkan hari bersama tepisan asa
Kulewatkan masa saat ku coba mengeja
Namun kini tak ada lagi tabir bercadar canda
Kau nyata disambut rasa bahwa aku bermakna
pun jua sebaliknya
sudah berapa hari ini suaramu tak terdengar
asamu tentang ku tak tergambar lagi
seberkas pun tidak ada yang sampai
untuk kuraih, kubaca, dan ku layangkan karangan bunga
untuk asmara
ku tak tahu...
berapa kali udara kutitipkan tanya
yang merajuk akan jawaban
bicaraku sekan tak terdengar olehmu
menghadap kemana engkau sekarang..?
dalam hati nyata
apa yang telah terucap
tercatat di lauhil mahfudz
maka selayaknya engkau tak acuhkan gerakku
yang menyapa engkau..
ragu pun tak usah kau layani
apalagi dengan sengaja menguji..
aku tahu..
rasamu..
karna ia pernah mengerlipkan mata untukku
hatimu pun telah melayangkan
jangan hanya karna rasa
egomu menutupi
tak pelak kusadari jua
karna ku tak buta
oleh Muhammad Mujtahid Muthlaq
puisinya mas M3 buanyak kan??? udah di share semua belum?
BalasHapus