oleh : Mohammad Hafidz Atsani
Selama ini ku mencari-cariTeman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini pada Mu Ilahi
Teman yang dicari selama ini
Telah ku temui
Dengannya disisi
Perjuangan ini
Tenang di harungi
Bertambah murni kasih Ilahi
Kepada Mu Allah
Kupanjatkan doa
Agar berkekalan kasih sayang kita
Kepada mu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian
Telah ku ungkapkan segala-galanya
Selama ini ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini pada Mu Ilahi
Teman yang dicari selama ini
Telah kutemui
(Teman…
Bersamalah kita semaikan persahabatan kita
Dengan keikhlasan
Teruskanlah perjuangan
Pengorbanan mu dan kesetiaan)
Dengannya disisi
Perjuangan ini
Tenang di harungi
Bertambah murni kasih Ilahi
Kepada Mu Allah
Kupohon restu Mu
Agar kita kekal bersatu
Kepada Mu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah ku ungkapkan segala - galanya
Itulah tandanya
Kejujuran kita
a.. a.. a.....
Ku mencari - cari teman yang sejati
Buat menemani perjuangan suci
o.. o... a.. a....
(Lirik by Brother)
Gubrak hamper menginjak tahun ke 3.
Masih terlalu hijau. Bahkan berdiripun masih sempoyongan.
Dan rasanya baru kemarin saya menemukan ide ngisengin teman. Saya masih ingat betul. Waktu itu hanya beberapa gelintir teman yang saya jahili. Kurang dari 10 mungkin.
Nggak ada yang special tampaknya, sebelum akhirnya gerakan ini kemudian mendapat respons dahsyat dari kawan kawan fesbuker.
Dulu…
Sempat berpikiran, jika gerakan ini massif dan terkelola rapi. Bukan tidak mungkin ia akan menjadi mesin politik yang luar biasa. Dan saya bias mengambil keuntungan dari ini semua.
Dulu…
Sempat juga berpikir,
Sekedar mencari popularitas. Nama besar dan setidaknya masuk kelas elite lah…(yang bener elite apa alit ya ?). Di minati media. Masuk TV mungkin.
Bagaimanapun ini ide unik dan belum pernah ada sebelumnya. Membangunkan ribuan orang tiap pagi lewat sms.
Beberapa teman yang sempat diskusi dengan saya tak sedikit yang mengatakan itu. Atau setidaknya memiliki harapan yang sama.
Tapi…
Seperti yang teman saya (MW Yudi) bilang, ‘seiring perjalanan waktu, sifat manusia akan terus berubah. Makin matang, setidaknya dari dimensi spiritual’.
Dan rasanya saya sedang menuju ke arah itu (kali…).
Teman teman sungguh adalah guru yang baik buat saya. Saya nggak bisa mengambarkan dengan kalimat apapun, sebab semua serba luar biasa. Mereka adalah elemen penting yang mengantarkan saya menuju tempat yang seperti ini. Merasa nyaman, terhibur dan lebih fresh menghadapi hidup.
Sepertinya saya tak lagi membutuhkan yang lain. Ini adalah yang terindah. PERSAHABATAN.
Popularitas ?
Kedudukan ?
Hemm…
Sepertinya saya pantas mentertawakan diri sendiri jika ingat itu.
Kok, kekanak kanakan banget.
Bukankah,
Menjadi sahabat yang baik buat semua orang adalah kenikmatan tiada terkira ?
Bukankah,
Menjadi pendengar yang setia buat adik adiknya adalah keindahan yang tak tergambarkan ?
Bukankah,
Menjadi saudara, yang peduli sebelum di mintai tolong, mendengar sebelum di ‘sambati’, melihat sebelum ia hadir di depan mata, adalah surga tiada terbanding.
Rasanya…
Persetan dengan popularitas….
Persetan dengan kedudukan..
Persetan dengan pujian…
Saya hanya ingin
Bercinta…
Bercinta…
Dan
Bercinta…
Denganmu,
Kawan…
Saya seringkali membayangkan,
Dan itu selalu saja membuatku bersedih. Entah ini sekedar emosional belaka, atau mungkin sedikit lebay.
Bagaimana jika seandainya saya nggak ada.
Gimana jika Tuhan lebih cepat melambaikan tanganNya memanggilku.
Masih adakah yang menyediakan waktu untuk sekedar menyapa kawannya setiap subuh ?.
Masih adakah, kawan yang mengingatkan pada kita semua untuk tidak takut ‘nggak populer’ demi mencintai tanah airnya ?.
Masihkah kawan kawan punya semangat untuk terus membina persahabatan. Dari Sabang sampai Merauke. Dari yang elite sampai alit. Dari yang antah berantah hingga yang punya nama ?.
Yaa…
Saya belum mau mati…
Masih banyak PR yang belum terselesaikan.
Mengunjungi gubraker di Pantura, di Madura, di Lampung, di Sulawesi, di Bali dan semuanya….semuanya.
PR lain, bagaimana mempertahankan semangat admin SBS. Ini sesuatu yang tidak mudah. Bagaimanapun mereka adalah ujung tombak mata rantai yang mengaitkan antara satu dengan yang lain. Mereka harus dijaga semangatnya, di luaskan waktunya, di berkahi rejekinya dan di kokohkan kedudukannya.
PR selanjutnya, bikin seragam.
Saya nggak tahu ini penting atau tidak. Tapi selalu saja membuat saya merasa bersalah dengan kawan kawan. Dan rasanya nggak lengkap kalau belum menyelesaikan tugas ini.
Ini adalah apresiasi luar biasa dari Gubraker. Bahwa kawan kawan sangat ingin merasa memiliki GUBRAK.
Kepada Mu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah ku ungkapkan segala – galanya
Jakarta, 2 Februari 2012
Dainx Komandan Gubrak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar