Jumat, 28 Januari 2011

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian satu)

Berselancar di dunia maya, terutama memakai situs jejaring sosial semacam facebook sebenarnya bagi saya adalah sesuatu yang baru. Saya adalah pemula yang belum genap 1,5 tahun mengarungi dunia maya. Awalnya sekedar penasaran. Penasaran terhadap fenomena jejaring sosial ini. Kok bisa ya, hanya sekumpulan media semu (maya) tapi mampu memberikan pengaruh yang luar biasa pada masalah masalah sosial ?. Satu kasus saja, soal Bibit Chandra misalnya, media jejaring sosial ternyata berperan besar ikut menekan penegak hukum untuk melepaskan kedua pimpinan KPK itu dari jeruji penjara. Iya, tentu bukan itu satu satunya sebab. Tapi opini di dunia maya ternyata memiliki bobot yang tidak kalah efektifnya di banding dengan suara suara di parlemen maupun suara suara di jalanan dan media massa.

Saya lupa kapan saya mendaftar di facebook. Tapi yang pasti, aktifitasku di facebook lebih intens pasca wafatnya mendiang Gus Dur. Teman temanku di awalpun masih berkutat pada lingkungan santri, aktifis dan tentu saja seperti kebanyakan pria pemula di facebook...
cari cari yang bening...!!!
Hehehehehe

Soal GUBRAK ???
Ini yang sampai sekarang masih tetap membuat saya terheran heran, merasa lucu dan tak habis pikir dengan apa yang di sebut respons publik. Ini pula yang makin membuat saya makin yakin akan uniknya dunia maya.

Terus terang pendirian komunitas GUBRAK ini awalnya hanya sebuah kecelakaan kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting. Semua berawal dari apa yang selama ini di sebut SBS (Sms bangun Subuh). Sebuah kegiatan menarik dimana saya mengirimkan sms ke beberapa teman dengan tujuan untuk membangunkan tidur mereka. Konten sms tidaklah penting, karena yang perlu adalah handphone berbunyi dan mereka bangun.

Suatu ketika saya membuat status tentang kegiatan saya ini. Seorang komentator kemudian menanyakan kepada saya tentang dimana ia bisa ikut bergabung di group bangun subuh. Saya masih ingat betul teman baik saya itu, pria asal Sidoarjo dengan nama akun Imamuddin Al Porongi (sekarang beliau menjadi admin di Santri Gubrak).

Pertanyaan ini kontan menjadi bahan pemikiran saya...
Benar juga......!!!
Hausnya ada wadah untuk mewujudkan obsesi yang sedikit nyleneh ini.
Tapi ini khan gagasan yang main main..????

Group yang membahas Politik, buanyak...
Group yang membicarakan agama, bejibun...
Group entertainment, nggak terhitung....
Group yang ngomongin olahraga, banyak...

Tapi Gerakan Bangun Subuh.....???
Barangkali belum ada. Atau kalaupun ada, belum tentu di lengkapi dengan layanan sms Bangun pagi secara GRATIS.

Akhirnya......
Okelah saya bikin group Bangun Pagi.
Tapi gimana caranya...???
Khan saya nggak paham betul facebook ?.
Salah seorang teman kemudian membantu saya menerangkan gimana caranya bikin group. Maka jadilah GUBRAK.

GUBRAK ( Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan)

Seorang kawan bernama Andario Dwi W (admin group Nahdliyin) kemudian banyak membantu saya. Ada lagi Yunnairaa D'angel yang turut berpartisipasi besar. Dan satu lagi pahlawan misterius yang paling gigih mengundang teman temannya untuk bergabung di GUBRAK dengan nama akun Heira Rhea.

Dua nama teratas, saya belum pernah sekalipun bertemu muka. Hanya melalui telpon maupun sms. Tapi nama terakhir, Heira Rhea, belum pernah bertemu, tapi saya kok merasa pernah bertemu dengannya dalam dimensi lain atau minimal pernah bertemu dengan teman yang ada kaitannya dengan akun itu. Jelasnya dia adalah salah satu temanku di dunia nyata. Tapi entah siapa...
Namun demikian, siapapun mereka, bagi saya tetaplah sosok spesial di balik suksesnya Gubrak. I love you my friends....!!!!

Dari Heira Rhea kemudian saya dapat inspirasi untuk lebih menduniakan atau membuat lebih gaul GUBRAK. Penggunaan kata 'Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan' saya pikir perlu di poles agar tidak terkesa konservatif. Apalagi sosok teman seperti mabka Ririn WR, Rini Yunita Sari, Dhea Sang penjinak Tuyul, Bintang Chamelia, Oq ta, Imamuddin al Porongi, Umay may, Bodro Noyo, Ixa Sekarwangi, yan Harley, Mutiara, Kakashi sastro, Mujtahid Muthlaq dsb turut membuat suasana Gubrak menjadi lebih gila lagi. Maka tercetuslah ide merubah kata 'Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan' menjadi GUBRAK (The Early Wake Up Movement). Untuk masalah satu ini saya sempat konsultasi dengan mbak Ririn WR. Karena saya sendiri nggak yakin dengan kemampuan bahasa Inggris saya.
(Group pertama GUBRAK ini sekarang menjadi GUBRAK (The Early Wake Uo Movement) Zona DKI Jakarta)

Selain tetap melanjutkan layanan sms bangun subuh, GUBRAK juga menggelar even even lucu semacam Lomba Photo Profil. Kita memilih beberapa Photo anggota lalu di vote ke anggota. Siapa yang dapat jempol terbanyak, dia layak masuk babak selanjutnya dan seterusnya. Tercatat kita udah 3 kali menggelar kompetisi tanpa hadiah itu dengan memunculkan 3 juara di antaranya :
1. Dhea Sang Penjinak Tuyul
2. Sang Dewi Kitala
3. Gus Nuril Arifin

Demikian sekelumit soal sejarah GUBRAK. Pada kesempata lain kalau di beri kemudahan oleh Allah SWT insya Allah akan saya lanjutkan lagi.
Terima kasih buat teman teman yang telah ikut membesarkan GUBRAK...
Terima kasih untuk Gus Nuril Arifin, guru kami yang mulia.
Terima kasih untuk Mas Andario, kawan baikku dari Jogjakarta.
Terima kasih untuk adikku Yunnairaa, sepurone nduk, aku durung sempat ke Blitar..
Terima Kasih untuk mbak Heira Rhea, teman paling misteriku. heheheh...
Terima kasih untuk gank Lampung, Dhea Cs. Kapan bikin rusuh lagi...
Terima kasih buat mbak Ririn yang udah ngasih pianika untuk kedua putriku...
Terima kasih untuk semuanya....
Pejuang Gubrak dan anggota GUBRAK yang nggak bisa aku sebut namanya satu persatu...

I LOVE YOU SO MUCH...!!!!!


oleh Mohammad Hafidz Atsani

" MENGAGUMIMU, MENCINTAIMU "

          Tahukah kau saat kau bersedih,,akulah orang yang pertama meneteskan air mata?? Tahukah kau saat tubuhmu terluka,, akulah orang yang pertama merasa tersakiti. Tahukah kau saat hatimu tertusuk duri,, akulah orang yang pertama berusaha sekuat tenaga untuk mencabut duri itu?? Tahukah kau saat kau terbangun dari mimpimu di penghujung malam,,akulah orang yang pertama terjaga dari tidurku?? Dan tahukah kau saat kebahagiaan datang menymbut hari-harimu,, senyumku terukir indah meski tak pernah kuperlihatkan di hadapanmu??
          Kita memang jauh terpisah ruang dan waktu.. Mata kita tak pernah saling menatap..Tangan kita belum pernah saling berjabat..  Raga kita belum pernah saling berhadap.. Tubuh kitapun belum jua pernah mendekap.. Tapi ketahuilah bahwa hati kita tetap dekat tanpa jarak.. Cinta di hati inipun selalu hinggap tak pernah lenyap.. Merayap,,, merangkak kedasar hati.. Mengerak di palung jiwa.
          Bukankah dulu aku pernah berkata,, bahwasanya kita masih berpijak di bumi yang sama. Kita masih berteduh di langit yang sama. Kitapun masih menghirup udara yang sama. Maka sesungguhnya kita tak pernah jauh. Yakinlah akan hal itu.. Diamku bukan tanpa alasan,, bungkamku bukan tanpa pedoman,, tapi semua itu aku lakukan hanya untuk menciptakan rindu yang ku harap kan menyelusup masuk ke dalam hatimu.. Aku ingin menanamkan putik-putik bunga rindu yang nantinya kan merekah indah di taman hatimu..Agar kelopak-kelopaknya harum mewangi..  Sebagai bingkai penghias kalbumu. Sebagai pondasi penopang rusuk-rusukmu.. Agar kau selalu mengingatku.. Agar kau selalu mengenangku.. Seperti janji-janji yang pernah kau ikrarkan kala itu, disaksikan desah angin malam.. Disaksikan pendar  kelip gemintang..
          Yakinlah aku tetap menantikanmu di setiap malam-malamku. Menantikan suaramu menggema di seluruh ruang. Menamani sepinya jiwa yang kerap membelengguku. Yakinlah suatu saat aku kan menjemputmu dengan bentangan sayap-sayap cintaku. Terbang jauh ke taman langit,, mengelilingi guratan tujuh warna bianglala yang terukir indah di nirwana. Seperti mimpi-mimpi kita.. Seperti harapan kita berdua untuk mengukir nama kita berdua di atas awan. Lalu membawanya pulang sebagai kenangan yang tak kan pernah terlupakan.
           Aku ingin kau tahu,,terangya ribuan kerlip gemintang di taman langit malam ini tak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan nyala api cintamu yang berpijar terang merasuk hingga ke lorong hatiku yang gelap gulita.. Kekal dan terus menyala ia disana. Tak pernah padam.. Tetap berkobar..
Lalu akupun ingin kau tahu,, indahnya bait demi bait goresan kata penyair dan sejuta fatwa pujangga tak berarti apa-apa bila di bandingkan dengan kemilau senyum bibirmu yang mampu menghapus rana duka di dalam hati ini.. Menebarkan wewangian kasih yang mampu merenggut pedih nestapa seketika.. Hingga luka ini perlahan hilang,, pias,, sirna lalu pergi tak berbekas . Terbawa indahnya senyum yang kau ukir di bibirmu dengan penuh cinta.. Akupun ingin kau tahu,, merdunya suling serunai belumlah mampu menandingi merdunya suaramu yang kerap kali berbisik di telingaku.. Mengalun dan membahana hingga buatku terlena..  Dan sekarang aku ingin kau tahu,, meski seribu kata dan sejuta umpama kutuliskan dalam puisi ini,,semua itu  belumlah cukup untuk  menggambarkan begitu sempurnanya kau bagiku.. Tapi satu yang aku harap darimu,, semoga dengan secuil kata-kata dalam puisiku  ini kau bisa mengerti bahwa begitu besar cintaku untukmu.. Dengan cara ini kuperlihatkan cintaku.. Dan dengan cara ini aku mengagumimu..

oleh Aldy Rahadian

Rabu, 26 Januari 2011

tanya kenapa???

kenapa y?
Ak orang'y mdh sayang sama orang lain.tp kalau untk mencintai itu susah se x...
Sy jg senang d perhatikan,tp sy jg bs benci jika terlalu d perhatikan.
Oh..kok mlh membingungkan gini y???
Ak suka tipe pria sederhana.Dalam mencintai ak tdk memandangi tampang,tp ak lbh sk pria sederhana yg bs membwt ku penasaran dg sosok'y..ak suka pria yg sdkt humoris tp romantis hehehe
Memang ci sy lum pernah pacaran dlm arth sebenar'y seperti kenyataan sekarang,tp...meski bgt ak jg pernah jath cinta n patah hati kwkwkwk
 
oleh Lovely Selalu Aishiteru
 

`P.E.N.G.A.L.A.M.A.N !!!!

Putus cinta memang menyakitkan, seberapa kuatnya seseorang pasti pernah meneteskan air mata untuk hal ini, bener ga?. Tidak terkecuali saya juga hehehe.... cerita cinta akan memberikan sebuah kata-kata mutiara atau kata bijak cinta bagi seseorang yang sedang putus cinta ini

@Sebuah jalan yang tanpa akhir


Ku langkahkan kaki ku, kuberjalan menyusuri, ku perlahan berlari.
Menyusuri suatu jalan yang tanpa akhir.

Lelah badan ini.
Sesak dadaku perlahan nafasku semakin cepat.
Tapi tak pernah aku temui apa yang kucari.

Kutatap langit.


Kuberkata pada yang kuasa.
Kenapa aku tak pernah menemukan
Suatu yang telah lama kuinginkan.

Sesaat ketika kuberkata dengan kesombonganku
Seorang sahabat menghampiri ku.
Aku terkejut karena dia memberikan.
Yang selama ini kuhayalkan.

Aku kini mengerti.
Perjalanan itu jangan pernah dicari
karena pasti kan menemukan.
Ketika seorang dengan kesungguhan
ketika seseorang dengan kegigihan.

Suatu sinar terang akan menghampiri
Sesuai dengan apa yang telah
kita lakukan dengan segala kemampuan
Dan do'a kepada yang kuasa.

Maaf ya kalau ga terlalu bagus...salam cerita cinta...

Berikut adalah petikan semangat untuk aku saat aku terpuruk...

@Bila kamu sedang menatap langit, lihatlah ketika malam yang tak berbintang, hanya sang bulan yang merasa kesunyian. Tapi dia tetap menyinari, dan tetap memberikan senyum untuk semua yang membutuhkannya.


@Tak setetes air mata pun yang pantas kamu teteskan untuk sang berwajah dua, dan tak segores kesedihan pun pantas kamu tampakkan untuk seorang yang hanya menertawakan kamu bersama kekasih barunya.


@Bintang itu beribu banyaknya, dan rintik hujan itu tak terhitung jumlahnya. Bila bintang berhenti bersinar, dan bila hujan berhenti berdenting, jangan terlalu kau nanti, karena mereka akan kembali dengan yang lebih baik.


@Sadarkah kamu, terpikirkah oleh kamu?. Mengapa tuhan juga mengizinkan dia untuk menginggalkan kamu?. Kini memang kamu hanya bisa bersedih dan menangis untuk menjawabnya, tapi kelak suatu jawaban akan datang dan membuat kamu sangat bersyukur karena ini telah terjadi.

^Pengalaman someone ,,
 
oleh AcHie AsRasjid
 

firzT LoVe

nPa zAaT iNe q mZh bLo0m bZa Lpain kM
MUngqn krN km zNGt bRtTi bWt aq
AnDai ja q bZa pTar kMbL WkT yg tLah bRlalu q mZh peNgn BAngEeT Zm2 km . .
WLauPn q tw qTa QTA tk muNgqn bRzT . .
N q jg zdr lw q tkKaN BzA JD ZpRt yg kW mW . ,
ineLah aQ apa adax . . tp yg pzTx q tTp zYg n cNt ma kM

My FirzT LoVe 
 
 

penantian cinta...

sejak lama aq berdiri dlm sepi'y rongga hati.. namun ta' ada satu pun yg mampu menjawab'y.....

hanya pada mu aq bertanya lewat setiap sujud qu ini....
siapakah nanti yg akan menjadi cinta sejati untuk qu....

wahai penilai hati lihat batin qu nyaris bernanah karna luka tersayat,,, merana menantikan cinta dan kasih hidup qu...

rahasia itu hanya kau yg tau namun aq ta' mau jd tuna cinta...
tuntun hati qu dlm sabar menanti jawab'y....
namun harus qu ikhlaskan smua penantian cinta qu pada mu.....

oleh Juwita Hati Moe

Kamar 357

Seorang pemuda di lobi sebuah hotel terlibat pembicaraan dengan resepsionis.setelah percakapannya berakhr, pemuda itu berbalik dari depan meja resepsionis.
Karena terburu-buru tanpa sengaja pemuda itu bertabrakan dengan seorang wanita di sebelahnya.sikutnya persis mengenai buah dada wanita itu.
Keduanya kaget.pemuda bilang,"mbak,klaw hati anda selembut itu...(sambl mengusap sikunya),saya tahu anda akan memaafkan saya"
tanpa menunjukkan rasa marah,sambl trsenyum datar perempuan itu menjawab,"kalaw yg kamu 'punya' sekeras sikutmu itu, saya di kamar 357," 
si pemuda :?!¡¿
 
oleh Malik Macansumatra Gubrakers

R3S4HKO3

Malam tlh larut berganti pagi,namun tak jua mata ini terpejam . . .
angan melambung jauh menerawang . 
Terasa kosong dan sunyi jiwa ini . . 
Saat aq mulai bangkit dr keterpurukan, mencb tersenyum. . 
Walau tuk itu ku hrs mengais kepingan 2 luka hati . 
Sungguh aq berharap bs kembl tersenyum hadapi cobaan hdp , 
meski byk cibiran dan hinaan kutrima . 
Kerapuhanku tlh mengoyak sma harapanku . 
Bayangan masalalu hlgkan sma gairah hdpku. . 
Tp aq hrs ttp bangkit . 
Masa dpn menanti ,. .
Ya Allah ttp tuntun hamba ke jalan Mu . . 
Hamba yg rapuh dan penuh dosa bersujud mohon ampun Mu . 
Smg apa yg hamba dapat di bln Suci thn ini, 
selamanya kan membw ku ttp semangat jalani kehidupan  
mungkinkah km kan sll sabar menuntunku tuk bangkit . 
Sedang hatiku bgt rapuh . 
Kau harapan ku menuju masa depan . . 
 
oleh Neng Ayank Thea
 

Sabtu, 22 Januari 2011

doa mencari jodoh


Tuhan..
Seandainya dia memang jodohku,
maka dekatkanlah. ..
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah. ...
Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh...

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
selain aku...
Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama...

Oleh Joevan Makhluk Bumi

Berkah

Hidup adalah anugrah,,
anugrah adlh nikmat,

nikmat adlh rizki,

rizki adalah cobaan,,,
dan cobaan adalah hikmah,,,

terimakasih ya ALLOH,,
ATAS smua anugrah MU,,dan smua teguran MU,,,,

kau adalah tempat mengadu,,di saat susah atau pun senang,,,

maap kan atas segala kemunapikan ku slama ini,,,,
dan smua kesalahan ku,,

dan ku percaya bahwa,engkau maha pemurah lagi maha penyayang,,,
dan ku percaya,,bahwa kau slalu ada tuk ku dan umat2 mu yg lain,,,,,,

ALLOH HUAKHBARR
 
oleh Jimmy Purple Vikers

PERI KECILKU

Sembilan bulan kau dalam kandunganku
Kini kau tumbuh bak peri kecil dalam taman bunga
Terbang kian kemari penuh suka ria
menjadi bagian indahnya taman bunga

Peri kecilku....
tawamu, candamu, tangismu...
buatku bahagia
Walau lelah di tubuh ini tak terasa

Peri kecilku...
enam tahun silam tangismu pecahkan sunyinya malam
Samua orang menyambutmu penuh suka cita
kesedihan yang menderapun berubah jadi bahagia

Peri kecilku...
hari ini, hari dimana kau hadir di dunia
mestinya,  smua bahagia merayakannya
mestinya kau pun ada d pelukan bunda

Peri kecilku...
maafkan bunda sayang...
bunda tidak bisa memelukmu
bunda hanya bisa kirimkan untaian doa untukmu

Peri kecilku...
smoga kau tumbuh menjadi wanita sholihah
wanita yang tegar
wanita yang senantiasa menyejukkan hati..

oleh Bunda Zahfa 

D ujung malam

Sedang merenda cerita-cerita yg indah bersamamu... ;)
Ku sulam menjadi syal penghangat tubuhku d kala ku kehilangan senyum hangat itu... :(
Besok jalan kita sudah berbeda arah..
Kau melanjutkan perjalanan yang sudah ada..
Biar aku merintis jalan yang baru...

Januari tetap bulan terbaik untukku...
Bulan orang-orang terkasih...
Jangan lupa padaku...
Karna aku slalu mengingat 22 januarimu... ;)
oleh Bee Faridah

.,.....langit cerah untuk jiwa yg kosong.,.... “lamunan”

Malam kian beranjak sunyi
Ku terdiam seorang diri
Lamuanan ku jauh terbang tinggi
Menanti sebuah jawaban yg tak pasti

Kian jauh anganku melayang
Sampai kutemukan titik terang
Tapi akankah semua kan datang
Bersama mimpi yg tak kunjung hilang

Ku ingin kan suatu kepastian
Tuk melangkah menuju masa depan
Tapi....... akankah semua jadi kenyataan...??
Agar aku tak selalu bimbang

0oooooh romantika hidup yg kujalani
Selalu berliku dan berduri
Tak ada cinta suci yg menghampiri
Karena aku tak ingin selamanya begini

Cinta..... satu kata tampa makna
Tapi cinta bisa membuat kita gila
Lupa akan segala2nya
Lupa juga pada tujuan utamanya

Sampai kapankah aku akan terus begini
Menanti cinta yang tak pasti
Haruskah ku tunggu sampai mati
Sampai akhir hayat ini..!

oleh Nisa Amadhan

Kamis, 20 Januari 2011

MENYENTUH BULAN

Malam temaram bertahtakan bintang. Ketika angin menyelinap menyelimuti rangkaian pekat yang dingin menusuk. Gelegar kicauan burung malam bersahutan merangkak memanggil gulita. Ragaku tertelungkup mencium tanah berdebu. Sesak, mual dan menusukkan aroma busuk yg menyengat. Sementara jiwaku melayang nun jauh ke ujung langit. Semakin jauh, semakin dalam dan semakin aku tak mengerti.
Hening.
Kita tak pernah bertemu. Dan takkan pernah bisa di paksa bertemu. Seonggok sampah yang kau bawa dengan susah payah atau mungkin telah kau bayar tunai dengan hujan keringatmu, bukanlah jaminan bahwa dunia akan segera kau putar. Dan kita akan kembali merajut dari awal.
Belajar lagi dan belajar lagi.
Tidak!!!.
Kebersamaan. Yang seperti kamu bilang. Laksana sungai yang mengalir ke laut lepas, adalah cerita usang yang dengannya punah.
Kita. Oh....bukan kita. Hanya ada aku disini dan kamu yang bertengger jauh di seberang.
Sudahlah.
Buang saja hasratmu sebelum pagi menjelang dan mentari membakar segala impianmu.
Adakah sejarah yang lebih menyeramkan dari segala hal yang pernah kau berikan untukku ?.
Cukup!!.
Kembalilah ke rimba raya dan kamu akan temukan betapa menderitanya berkawan kesepian. Betapa pedihnya berkumpul dengan atap langit yang terus menerus membisu. Dan betapa menyedihkannya menyandang kegelapan yang membosankan.
Bulan.
Hanya itu yang sanggup aku lafalkan.
Bulan.
Hanya satu kata itu yang membuat nyawaku tertahan dalam rapuhnya ragaku. Ia akan terus menghuni pemukiman hatiku yang terdalam. Ia yang akan mengantarkan aku berjalan menuju puing keputus asaan.
Dan hanya Bulan.
Walau aku tak pernah pantas bersanding apalagi mengantarkan bunga bunga mawar tuk sekedar menabur wewangian di sekujur tubuhnya. Tapi bukankah kegigihanku sudah melebihi ambang batas yang telah di janjikan ?.
Lantas apa makna dari kasih yang pernah tumbuh subur, bersemai dan ranum di bawah payung keabadian yang pernah kita ucap ?.
Sekarang kamu membiarkan aku terlempar ke tepian tanpa sanggup meraih raga ayumu. Kau paksa aku menerima segala akibat yang sebenarnya tak harus aku tanggung. Sendirian.
Selamanya aku tak akan akan menyerah. Tidak pula aku melepas tiupan angin kasih yang telah menyatu bersama desiran darah dan detakan nadi yang tersisa. Seperti yang pernah kamu ucap dulu. Fight !!!.
Sewindu sudah berlalu. Aku berharap kamu tetaplah Bulan yang anggun. Yang badai gurunpun tiada mampu menggulung ke elokanmu. Apalagi sekedar penantian yang telah pasti menjanjikan masa depan yang gemilang seperti yang pernah kita guratkan bersama dulu.
Bulan.
Beri aku kesempatan untuk sekedar mendengar bahwa yang kamu lakukan hanyalah keterpaksaan yang sulit kamu terima. Ia hanya sandiwara belaka yang sama sekali kamu tak berminat memerankannya.
Bulan.
Kita harus melawannya. Lawan dan takhlukkan !.
Bulan sadarlah...!.
Lihatlah Bulan. Sekarang aku jauh lebih kuat dari yang pernah kamu kenal dulu. Tiada kalimat terlambat. Dan aku berjanji akan memaafkan mereka. Apalagi yang membuat kamu ragu Bulan ?.
Tinggalkan dia dan kemarilah Bulan.......

Bintang tersentak dari keheningan. Belasan pasang mata menerjang heran menelanjangi tubuhnya. Alunan kalimat kalimat suci terdengar memantul dari ujung sana. Sayup sayup terasa lirih namun menyayat hati. Bintang menggoyangkan kepalanya. Terasa berat. Seperti ada bongkahan batu karang yang menjepit.
Dimana aku ?
Inikah neraka ?
Ya Tuhan....!
Bintang kembali mengatupkan matanya.
Gelap.
Pikirannya musnah entah kemana. Batinnya makin lama makin tenggelam dalam kegalauan. Sementara Bulan, sang kekasih sejatinya tak jua mau beranjak pergi dari hatinya.
Matanya yang bening laksana air telaga nan biru di ujung bukit, terus menerus menghantui pikiran Bintang. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya yang basah merekah.
Memanggil lirih pada Bintang.
'Kak Bintang. Lihatlah aku. Tataplah batinku. Sentuhlah hatiku. Berenanglah bersama lentiknya jemariku. Kamu harus tahu kak Bintang. Harus !!!. Bahwa nyawaku masih tergantung padamu. Bahwa lara hatiku selalu mengayuh bersamamu. Bahwa cinta ini. Sekali lagi !!!. Cinta ini tetaplah indah bersemayam bersama syair syair rindumu'

Bintang mengepalkan tangannya. Nafasnya memburu menahan ribuan amarah yang mencabik cabik ulu hatinya. Batinnya terkoyak. Bibirnya menggerutu melepaskan sumpah serapah yang seolah olah menampar kedua pipi Bulan.
"Basi !!!" umpat Bintang emosional.
"Berapa kali kamu bilang begitu !. Setia ?. Setia darimana ?. Cinta ?. Cinta dari mana ?" berondong Bintang menumpahkan segala kotoran yang ada dalam otaknya.
"Kamu tak pernah tahu Bintang...!".
"Tahu apa ?. Perasaanmu ?" sungut Bintang dengan nada sinis.
"Kamu tuh seperti sampah !. Tahu gak ?".
"Berapa kamu di bayar ?" tuding Bintang geram.
Bulan terdiam. Mukanya berubah memerah. Darahnya meluap memenuhi ubun ubun. Jantungnya berpacu bersama kegundahan yang meradang menggoyahkan perasaannya. Ingin ia memberontak, berteriak dan melampiaskan segenap kekesalannya. Tapi mulutnya serasa terkatup, terkunci dan terbelenggu dalam ketidak mampuan.
Cinta... Cinta...
Bintang tak mengerti. Dan mungkin tak akan pernah mengerti. Bintang tak bisa pahami hati. Tak akan. Yang Bintang tahu hanyalah bagaimana menunaikan hasrat cinta, mencapai pada level yang ia anggap sempurna dan merengkuh segala impian yang memenuhi otaknya. Mencinta sama halnya dengan memaksa rasa untuk memiliki.
Bintang. Kenapa kamu begitu bodohnya. Apakah kamu pikir aku menikmati apa yang aku alami selama ini ?. Apa kamu pikir ketika penjahat cinta itu merebutku dari tanganmu, aku merasa bahagia ?.
Tidak Bintang !!!.
Kamu salah.
Dia boleh saja menyeretku dengan paksa menuju pelaminan, tapi yakinlah bahwa dia tak pernah berhasil mengikat hatiku. Dia bisa genggam jemariku, mengecup hangat bibirku dan mempermainkan ragaku. Tapi demi Tuhan. Jantung dan desiran darahnya tetap berpacu memanggil namamu. Aku tetap mencintaimu Bintang. Sampai nanti. Dan mungkin sampai mati.

"Lihat ini !!!" kata Bintang seraya menyorongkan lembaran lembaran kertas yang tersusun rapi di dalam sebuah kotak transparan yang terbuat dari plastik.
Brakk !!!
Bintang membanting kotak itu hingga pecah berkeping keping. Sementara tumpukan kertas di dalamnya berhamburan memenuhi lantai. Dengan penuh kekesalan Bintang menginjak injak, mencabik cabik dan merobek kertas kertas itu. Tak cukup melampiaskan kemarahannya, Bintang meludahi serpihan serpihan itu. Seolah hendak mengubur dan mencampakkan segala kenangan yang pernah tertulis di dalamnya.
"Makan tuh !!" semprot Bintang seraya melemparkan sisa sisa serpihan kertas itu ke muka Bulan. Sedetik kemudian Bintang mengayunkan langkahnya keluar ruangan. Berjalan dengan gontai, menembus pekatnya malam yang dingin menyengat. Membawa serta kepedihan tiada tara. Bahwa segala hal yang pernah ia lakukan untuk Bulan terasa sia sia.

Bulan. Sekian lama aku menunggu saat saat dimana cinta ini bisa kita tunaikan. Dengar Bulan. Aku telah memeras keringat, banting tulang, menantang teriknya matahari dan ketika malam harus berselimut udara dingin nan sepi. Aku meretas semua ini dengan susah payah, Bulan. Aku harus menyepi dari segala kesenangan yang harusnya aku bisa nikmati.
Tapi tidak, Bulan. Aku hanya akan menyisakan semua keinginan dan mimpiku denganmu, Bulan. Sekali lagi hanya denganmu Bulan.

Bulan menarik nafas dalam dalam. Matanya terpejam mendongak. Hatinya serasa remuk. Hancur berkeping keping. Tangannya bergetar keluh. Selembar surat yang di kirim Bintang sepekan menjelang pesta pernikahannya dengan pria pilihan orang tuanya melayang jatuh mencium tanah.
Sakit.
Tapi tentu tak separah kehancuran yang di alami Bintang. Bintang telah melakukan semuanya. Bintang telah tunaikan cintanya jauh melebihi segala hal yang pernah di lakukan para pecinta sejati. Bintang laksana Rama Wijaya yang harus berkawan sepi ketika sang Shinta di bawa lari Rahwana.
Tapi Bintang bukan Rama. Dan selamanya tak akan bisa menjadi Rama yang dengan kuasanya merebut kembali Shinta. Bintang tetaplah Bintang. Makhluk malang yang hanya bisa mengayuh kapal berlayar, menyeberangi lautan lepas tanpa pernah sampai ke dermaga.
Bintang kini hanya bisa terdiam dalam keheningan. Termenung dalam kegelapan. Bercengkerama bersama cacing tanah, semut dan para penghuni perut bumi. Bintang telah mencapai nirwana. Menari bersama bidadari. Menyanyi di balik awan putih dan berlari di atas pelangi.
Sementara Bulan terus menatap pilu. Jeritannya mengangkasa. Membumbung tinggi, menyelinap di antara mega mega dan terus terbang mengitari langit biru. Berharap bisa temukan sang Bintang.
Tapi, yang ia temukan hanyalah ruang hampa yang kosong. Fana.
Dan dari balik gumpalan awan pekat yang tersembunyi, Bintang merintih.
Dalam kehidupan nanti, aku selalu berharap untuk tetap bisa menyentuhmu, Bulan.

Oleh Mohammad Hafidz Atsani

Batara Semar

Batara Semar
MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.
Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
1. tidak pernah lapar
2. tidak pernah mengantuk
3. tidak pernah jatuh cinta
4. tidak pernah bersedih
5. tidak pernah merasa capek
6. tidak pernah menderita sakit
7. tidak pernah kepanasan
8. tidak pernah kedinginan
kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.
Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.
Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.
Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.
Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.
Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.
Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.
Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.
Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.
SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi. (herjaka)
1 Suro, Kamis Pahing 10 Januari 2008.

oleh Suryo Tanggono

_SeBuAh 6OrESAn tInTa pEnYeMaN6aT JiWa_

Jika kegelisahan meloncat keluar maka brgembiralah,karena ketakutan itu akan segera sirna

Hidup ini singkat,maka jangan membuat lebih singkat lagi dengan melakukan sesuatu yang sia",kegelisahan itu sahabat kehampaan

Jangan pernah menjadikan kesusahan dan kesedihan sebagai tema pembicaraan.KarEnA dngn demikian akan menjadikan nya sebagai penghalang antara dirimu dan kebahagian

Perhatikan masa lalu dan masa depan mu.Hidup adlah ujian y6 slIH b'ganti.Seseorang hendaknya mampu keluar dari ujian sebagai pemenang

Alat penghantar kebahagian y6 cpat ke hati orang lain adalah senyuman tlus dari hati

Sepatah makian mlukai hati ku dan tekad ku,aku akan menjadi batu karang yang bisa menghadapinya
 
oleh Nurul Hidayah Oktaviana
 

" TeNTaNG BuaH ReNuNGaN "

MATA adalah kaca bening tentang suasana jiwa
Ditengah gebrakkan musik keras
Dan gemerlap layar lebar yang gemerlap
Ku lihat kau termangu,merenung dalam geLap
Mengenyam kenangan demi kenangan yang terpencar
Matamu meredup,memandang sayup
entah kemana. . . .
Mata adalah kaca bening tentang suasana jiwa
yang tak pandai berdusta
Ku lihat kau terpaku,tapi aku tahu,
Hati mu sedang berseru
Memanggil - manggil,melambai - lambai yang bakal datang
atau ziarah ke makam cinta yang HILANG. . .

oleh Rumandani Wulan

Untuk SUAMI KU...

saat smua mata memandang penuh curiga tatapanmu tenangkanku 
Saat ku trsesat saat smua kuragukan kau pahami dan kau yakini aku
waktu ku trjatuh trjebak di ruang hitam kau ulurkan tanganmu utkku
berdiri kuhadapi smua yg trjadi kujalani hidup yg berarti
tak kan pernh ku ragu tak kan prnh ku malu
asal slalu brsamamu...
LOVE U AYAH....!
 
oleh Yunnairaa De Angelo
 

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang.
Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa.
Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan.
Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan.
Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.


Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

oleh Guztra Menggapai Impian

SaYap PATAH..

Tuhan..
Keluhan deras itu kubekuk selalu
Menghempaskannya dalam dada
Sebab arang gemintang mengurai setiap Keadilan-MU
Merinci pada setiap desah nafasku
Dan.., aku mempersaksikannya
Dalam apa saja
Menghitung jejak dijalanku
Maka keluh dan kesah kuburu
Dan.., berharap mampu menguburnya dalam2.

Tapi Tuhan..,
Setelah kuremukkan bara itu berulang ulang
Saat kenestapaan sendiri melintang
Masih pula dicincang-cincang
Dan.. Aku berhamburan jadi buih-buih
Berguguran di mana-mana

Tuhan...
Sayapku Patah
Tapi..,sungguh..!
Kuasaku ingin terbang
Bersama Jejak Kata yang pernah terbentang..

Di sini aku..,
Dalam kuyup mata Air Kalbu.. 
 

CINTA ITU TAK BUTA,SAYANG

Hari-hari kulewatkan dengan menepis seluruh rasa
Memupus asa yang tak surut meraja bahkan menjelma jadi cinta
Sahabat yang kian kunanti tak jua menampak mata
Di hati bukan hanya ada kita tapi dia…
Sering kuingatkan kau tentangnya tentang janji masa silam
Namun tepis dan segala tepis kau haturkan sebagai pengobat lara
Ku tahu, ku rasa, kau pun ada aku jua

Tak sehari aku berjajar menjaja
Menjaja sabar demi meredam amarah yang ada
Aku tak kuasa mengeja kata
Kau yang kupersilakan mendahulu makna

Tak kuduga sebelum masa
Kau utarakan yang kutepis berhari kala
Kau lupa kulewatkan hari bersama tepisan asa
Kulewatkan masa saat ku coba mengeja

Namun kini tak ada lagi tabir bercadar canda
Kau nyata disambut rasa bahwa aku bermakna
pun jua sebaliknya

sudah berapa hari ini suaramu tak terdengar
asamu tentang ku tak tergambar lagi
seberkas pun tidak ada yang sampai
untuk kuraih, kubaca, dan ku layangkan karangan bunga
untuk asmara

ku tak tahu...
berapa kali udara kutitipkan tanya
yang merajuk akan jawaban
bicaraku sekan tak terdengar olehmu
menghadap kemana engkau sekarang..?

dalam hati nyata
apa yang telah terucap
tercatat di lauhil mahfudz
maka selayaknya engkau tak acuhkan gerakku
yang menyapa engkau..
ragu pun tak usah kau layani
apalagi dengan sengaja menguji..

aku tahu..
rasamu..
karna ia pernah mengerlipkan mata untukku
hatimu pun telah melayangkan
jangan hanya karna rasa
egomu menutupi
tak pelak kusadari jua
karna ku tak buta

oleh Muhammad Mujtahid Muthlaq

harapan

Siapakah engkau.?
Yang mengusik sepiku diam-diam
Yang hadir seperti matahari menghangatkan
Tapi sekaligus membakar
Ataukah engkau bintang
Yang hanya bisa kupandangi
Tanpa bisa kusentuh
Jika bisa. . .
Kuharap engkau air
Meski tak tergenggam
Tapi menyejukkanSaat aku belajar untuk mencintaimu lagi
Jangan pernah palingkan muka
Walau kau enggan menunggu
Ketika aku mulai berada dalam galau, Genggam tangganku
Dan pastikan kau akan bersamaku selalu
Saat waktu menerpa kasih yang telah aku susun
Bantulah aku menatanya kembali
Andaikan terik matahari membuatnya kering
Sirami ia kembali dengan kasihmu
Agar ia seindah duluBegitu sulit mengawali langkahku yang kian berat
Menegakkan pundakku yang kian penat
Menyusuri lorong gelap yang tak berujung ini
Dengan terpaan angin di wajahku
Yang membuatku kaku

Kunyalakan sebatang lilin
Kuhangatkan tubuhku yang mulai beku
Kulindungi cahayanya dari tiupan udara
Agar hawanya masuk kedalam sukma
Dan menghangatkan jiwaku

Sejenak kulihat wajahmu melintas
Akupun tersadar seketika meliatmu tersenyum
Seraya membuka tangannya lebar
Seakan memberiku semangat
Dan siap menyambutku dengan hangat
Saat itu juga aku bangkit
Meraih lilinku yang mulai meleleh
Cahaya lemahnya menuntun langkahku
Menuju seberkas sinar di ujung sana

Pada sebuah kedamaian kecil
ada tinta menari lesu
dan jari-jari mula bersabda
bantulah aku
bantulah aku.

Dan ketikanya
ratapan agung yang memuncak
dikelahi tabir-tabir cinta mengharap
dari pagi ke dinihari
dari subuh ke senja begini
tunggu Izrail menjemput nanti.

Tuhan,
ajarkan aku arti takwa, latihkan
diri berkhairatkan pahala
gersang meneroka bias-bias haloba
menuntut nafsu raja.

Dari kalbu yang dingin ini
Ampunkan aku Tuhan!

Saatnya malam ini kau tertawa...
Mengenang masa penuh bahagia
Bercengkrama dan bertukar kata
Saling mengurai lakon hidup yang berbeda

Tapi, Reuni..
Mungkin kau juga harus menangis
Di tengah harpa dan biduan yang bernyanyi
Sesal..
Hadirmu tak berarti lagi disini

Reuni..
Apa lagi yang kau cari disini
Hanya menambah sepi dan marah dihati

Sekali lagi, Reuni...
Sudilah kau tuk beranjak pergi
Aku tak mau habiskan waktuku disini
Bersama seonggok duri
Tak berbekas di hati

 oleh Kakashi Sastro

''aq bukAn diriQu''

AqlAh or9 asiN9 didunia iNi...
diDalaM pngasin9anqu dsNi terdApAt ktErpencilan y9 suRaM dAn ksunyiAn y9 mnyakitkan.
naMun itU mmbuAtquw berfikir teNtan9 sosoK y9 mmpEsoNa y9 tAk qu knl,impiAn or92 pn9sin9An bsertA an9An2 dr ne9ri jauH yg tak trlihat mataqu.
aqlAh or9 asin9 bgi keluArgaqu,shbt,bhkN mn9kN kkasihqu!!!
akaN qu tmui slAh seor9 dR merekA,aq mmbatin sypakAh itu???bgaimaNa qu mn9eNalnya???hukUm apakAh y9 mmpertalikAnQu d9Nny???bgAimna Qu brhubun9aN dgnny???dan mn9apa aQ br9Aul d9Nny???
aqlAh or9 asin9 bAgi jiWaqU
kala Qu dgr ucapAn lidahqU,telin9Aqu terkejut oleh suAraqu dAn qu lihat jelmaqU y9 terseMbunyi mnangiz ,braNi dAn menakutkan.
wjudqu mnakjubi Wjudqu Dan jiWaqu mncri mknA jiwaqu.
tp aq.........
aq tEtap bersEmbunyi,tersembunyi dipagari keliliN9 oleh kabut,dibAjui olEh ksunyiAn.
kala qu bErheNti dpn cermiN qu lihat sosoK y9 tAk qU keNal,,
qu lihat dlM mataqu tiAda apapUn y9 bersembunyi diDalam kdalaManqu........
 
oleh Dhea Sang Penjinak Tuyul

Jika Aku Tua (Pesan Ayah Bunda utk anaknya)

Jika aq tua nanti,
mngertilah trhdpq...
Jika aq lupa cara mngikat spatuq,
ingatlah saat q dlu mngajarimu...
Kalau aq brulang2 mngatakan ssuatu,
brsabarlah mndngarknq...
Jngan mmutus pmbicaraanq,
walau sdah bosan telingamu...
Jika aq sketika lupa pmbicaraan qt,
brilah aq waktu utk mngingatnya...
Bagiq, apa yg dbicarakn tdklah pnting,
asal kau ada mndngarkanq dsampingq...
Kalau aq tak paham informasi
dan hal btu, jngnlah mngejekq...
Ingatlah dahulu aq hrus brsabar mnjwb
stiap "mengapa" darimu...
Jika nanti aq lemah dan tak snggup brjln lgi,
ingatlah saat kau dlu belajar menapakkan kaki...
Ulurknlah tnganmu yg msih kuat utk mmapahq,
sprti saat aq dlu mndampingiq...
Kini, tmni aq jalani siai usiaq,
brikan ksih tulusmu...
Kan q balas dg rasa syukurq,
srta cinta tak trhingga utkmu...
Jika aq tua nanti,
klak kan tiba waktuq tuk prgi.
Panjatknlah sllu doamu pd-Nya Yg Maha Tinggi
krna prmohonanmu kan melesat bagai cahaya
dlm kuburq... menerangi
Jika kau tangisi dan ratapi aq dg ksedihanmu,
Brdoalah dan prbyklah amal baikmu
Doa anak sholeh yg akan mmbantu dan jdi pelita dlm kuburq...
Jadilah org yg brbakti
Isi hdup dg hal yg brbhakti
Agar kelak Dia akn mmprtemukan qt kmbali
D taman surgaNya yg abadi

oleh Imamuddin Al Porongi