Rabu, 21 Desember 2011

Musik Punk Lahir Sebagai Sikap Resistensi Terhadap Sistem

JAKARTA, PedomanNEWS.com - Tak ada yang tahu pasti kapan dan di mana munculnya budaya punk pertama kali. Tapi ada sebuah catatan penting ketika sebuah grup band dari Inggris yang dalam tiap pertunjukannya selalu dihadiri anak-anak muda dengan dandanan berbeda dari yang lain. Nama band itu adalah Sex Pistols dan hit mereka yang terkenal adalah “Anarchy in U.K.” Wabah ini secara cepat menyebar ke Eropa.
Punk muncul sebagai bentuk reaksi masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota-kota Inggris, terutama kelompok anak muda, terhadap kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan kaum muda ini merasa bahwa sistem monarkilah yang menindas mereka.
Dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistem monarki. Kemarahan-kemarahan ini diwujudkan dalam bentuk musik yang berisi lirik-lirik perlawanan dan protes sosial politik serta cara berpakaian yang tidak lazim. Konser-konser musik digelar sebagai media untuk mengampanyekan ide-ide mereka.
Dari Rock n’ roll ke Punk
Punk sebetulnya memiliki dasar sikap yang sama dengan musik rock n’ roll, aliran musik yang lahir pada tahun 1955. Dulu, rock n’ roll itu menjadi musik milik generasi muda yang ingin memberontak terhadap kemapanan, sehingga dijauhi dan tidak disukai para orang tua. Tapi saat rock mulai kehilangan gereget dan dianggap monoton, mulailah ada kasak-kusuk untuk menciptakan jenis musik baru yang ekstrem sebagai reaksi melawan kejenuhan tadi.
Dari keresahan itulah aliran punk lahir. Tidak seperti aliran musik lainnya, punk lebih mengutamakan pelampiasan energi dan curhat ketimbang aspek teknis bermain musik. Para pencinta punk berprinsip bahwa tidak perlu jago bermain musik, yang penting penampilan oke dan yang namanya unek-unek harus bisa dikeluarkan.
Dan memang, buktinya, almarhum Sid Vicious dari Sex Pistols tidak jago bermain bass. Meski demikian, orang-orang tidak memandangnya dengan remeh dia. Malah justru Sid banyak digandrungi para pencinta punk.
Pada tahun 1964, terjadi serbuan besar-besaran grup asal Inggris ke Amerika. Dan yang menjadi “biang keladinya” adalah The Beatles. Melihat trend baru itu, remaja Amerika pun sadar bahwa sebuah grup sanggup mengerjakan semuanya sendiri. Maka di berbagai pelosok Amerika, anak-anak sekolah pun mulai membentuk band dan latihan di garasi rumah mereka sendiri. Karena mereka baru belajar, musiknya pun tidak yang susah-susah.
Mereka cenderung belajar dari grup-grup yang alirannya simple tapi nge-rock, macam Rolling Stones, The Whom atau Yardbirs, yang musiknya lebih menitikberatkan pada riff dan power, bukan struktur lagu yang njelimet.
Maka ketika mereka pada gilirannya mulai menulis lagu sendiri, musik mereka mempunyai ciri khas sederhana tapi “kencang” atau “ber-power”, biasanya dengan satu riff gitar yang di ulang-ulang. Tapi meski bentuknya masih “primitif”, musik yang mereka ciptakan mampu menggugah semangat pendengar.
Sesuai dengan tempat kelahirannya, orang memberi julukan untuk warna musik ini: Garage Rock. Grup-grup yang lahir contohnya The Standells, The Seeds, The Music Machine, The Leaves, dan lain-lain. Dan dari sini lahirlah sound yang selanjutnya berkembang jadi punk rock.
Dari Iggy hingga Ramones
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati.
Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Memasuki dekade 70-an, punk mulai menemukan bentuknya seperti yang kita kenal sekarang. Ciri pemberontakannya makin kentara, dan segala rupa aksi panggung yang ugal-ugalan pun mulai muncul. Dari generasi pelopor punk ini ada dua nama yang boleh disebut paling menonjol yaitu MC 5 dan Iggy and The Stooges.
Iggy adalah salah satu dari segelintir pentolan punk yang kiprahnya masih berlanjut sampai dasawarsa 90-an. Dan seiring dengan lahirnya generasi baru punk rock, namanya pun makin diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik rock pada umumnya, dan punk pada khususnya.
Tahun 1975 lahirlah beberapa grup musik baru seperti Blondie yang ngepop, Talkin Heads yang avant garde, The Voidoids yang berkutat dengan gitar, dan The Dead Boys yang nyeleneh. Dan ada The Ramones.
Ramones punya citra seperti tokoh kartun. Empat anak jalanan asal Queens yang tampil gahar dengan jaket kulit dan jeans belel, seperti geng. Gerombolan ini memancang mitos bahwa mereka satu keluarga. Pada tanggal 4 Juli 1976, Ramones mengadakan konser perdananya di Inggris. Entah itu tanggal keramat atau apa, konser mereka meninggalkan bekas yang dalam diri kaum muda Inggris yang menyaksikannya. Konser itu disaksikan oleh para pentolan grup yang belakangan memotori kebangkitan punk di Inggris, yaitu Sex Pistols, The Damned, dan The Clash.


Dari Sex Pistols hingga Green Day
Sex Pistols dan The Clash memasukkan aspek baru dalam perkembangan punk, yaitu protes sosial dan politik. Kedua grup ini menjadi penyambung lidah kaum muda Inggris yang frustrasi. Mulailah mereka menyuarakan protes terhadap segala ketidakadilan yang mereka lihat sehari-hari. Cuma saja pendekatan mereka berbeda, sesuai dengan latar belakang kehidupan masing-masing.
Di tahun 1980-an, di saat era punk di Inggris datang dan pergi, di berbagai penjuru dunia mulai muncul berbagai macam band beraliran punk dan belakangan menjadi legenda setempat. Di Irlandia, misalnya, ada grup The Understones. Di Australia ada The Saints. Dan di Selandia Baru ada The Clean. Di Amerika gelombang terbaru pemusik punk AS bukan berasal dari New York, melainkan dari California.
Generasi ini mendapat pengaruh yang sama besar dari The Ramones dan Sex Pistols. Tapi agak lain dengan kedua mentornya itu, mereka sangat serius menghayati prinsip-prinsip dasar punk. Bagi mereka punk bukan sekadar aliran musik, melainkan juga identitas, gaya hidup, bahkan juga gaya hidup bahkan prinsip.
Di selatan LA, tepatnya di Hermosa Beach, sebuah kelompok punk metal baru bernama Black Flag bela-belain menyewa gereja sebagai tempat latihan mereka. Tempat ini selanjutnya menjadi pusat kegiatan pencinta punk setempat.
Grup-grup yang lahir di sana The Circle Jerk, Social Distortion, dan Suicidal Tendencies, dan lain-lain. Mereka lebih berhaluan keras. Penampilannya lebih brutal dan liriknya lebih radikal.
Sementara di San Francisco aliran punk lebih berpolitik. Di sana muncul nama-nama macam The Avengers, The Dils, dan yang paling dominan The Dead Kennedys. Grup yang terakhir disebut tadi melancarkan protes keras terhadap berbagai hal, mulai dari kebijaksanaan pemerintah sampai fasisme. Musik mereka berada di perbatasan antara punk yang melodius dan hardcore murni.
New York juga melahirkan grup-grup yang belakangan memperkaya khazanah musiknya dengan unsur lain, seperti Beasty Boys dan Sonic Youth. Dan ada juga The Misfits, yang mengungsi dari New Jersey.
Pada akhir tahun 1980-an benih kebangkitan generasi kedua mulai ditanam di LA. Dulu, awal dasawarsa ini, di San Fernando pernah berdiri sebuah grup band bernama Bad Religion. Bad Religion memiliki personelnya yang rata-rata sangat intelek. Saking inteleknya, lagu mereka sering memakai kata-kata yang membuat orang Amerika harus membuka kamus.
Bad Religion merupakan band yang memelopori berdirinya generasi baru grup-grup punk California. Sebut saja macam Dag Nasty, Pennywise, NOFX, dan belakangan tentu saja Rancid, Offspring, serta Green Day.
Punk dan Gaya Hidup
Punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyeleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para performer berkualitas rendah, dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup.
Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan harus disertai dengan hebohnya pemikiran. Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, antikemapanan, antisosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan DIY atau do it yourself. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll.
Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka.
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk. Dari tahun ke tahun, musik punk terus mengalami perubahan bentuk. Yang tidak berubah adalah semangat pemberontakannya.
Taufik H Karepesina  I  Dari Berbagai Sumber


http://pedomannews.com/lifestyle/berita-lifestyle/music-a-movie/8401-musik-punk-lahir-sebagai-sikap-resistensi-terhadap-sistem

Rancid Kecam Razia Anak Punk di Indonesia

okezone.com
Rancid (Foto: Dedica.la)
JAKARTA- Kebijakan razia anak punk yang terjadi di Aceh mendapat protes dari berbagai kalangan. Bahkan, band punk rock asal Amerika, Rancid ikut memprotes kebijakan itu.

Sikap protes itu disampaikan Rancid dalam akun Twitter resminya. Band yang digawangi Tim Armstrong, Matt Freeman, Lars Frederiksen dan Branden Steineckert itu sepertinya ikut simpati atas diskriminasi dan stigma negatif terhadap komunitas punk di Indonesia.

"We hate what's going on with our punk brothers and sisters in Indonesia. Rancid's got your back!," tulis akun Twitter Rancid yang dikutip Okezone, Sabtu (17/12/2011).

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Aceh dan pihak kepolisian menggelar razia besar-besaran terhadap para punker di Aceh. Gaya hidup dan penampilan anak punk dianggap bertentangan dengan norma dan mengganggu penerapan syariat Islam di Aceh.(rik)
 http://celebrity.okezone.com/read/2011/12/17/33/543660/rancid-kecam-razia-anak-punk-di-indonesia

Jerinx: Tidak Menjadi Keharusan Seorang Punk Menjadi Anarkis



Tribun Jogja
Menurut Jerinx, drummer band beraliran punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID) arti anarki sendiri cukup luas, dan tidak harus 100% diterapkan dengan agresivitas. “Anarki tidak harus menjadi vandalis, dan apakah seorang punk harus menjadi anarki? tidak juga!” tegasnya kepada Tribun Jogja sebelum tampil di Stadion Kridosono, Yogyakarta
 
Drummer yang bernama asli Ary Astina ini berujar kalau setiap manusia berpotensi menjadi seorang anarkis. Punk sendiri juga memiliki arti yang luas, punk tidak harus berideologi garis keras. Di antaranya ada punk yang nihilis, dan hedonis. “Ada juga punk yang positivis, seperti gerakan straight edge yang anti alkohol, dan narkotika, atau yang lebih ke arah sport seperti, skate punk,” imbuhnya.
 
Menurut Jerinx punk dan anarkisme adalah sama-sama sebuah sub-kultur. Maka tidak menjadi keharusan seorang punk menjadi anarkis, dan begitu juga sebaliknya. “Tidak semua aktivis anarkis mendengarkan musik punk, bahkan mereka mendengarkan jenis musik yang lainnya,” tambah Vokalis Devildice ini
 
Mengenai posisi SID, Jerinx mengatakan kalau ia sendiri bingung posisinya berada dimana. Latar belakang mereka yang berasal dari Bali tidak mengarahkan mereka menjadi seorang anarko. “Tapi jika ditanya apakah harus melawan, ia mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kepastian. Namun apa yang dilawannya selalu berubah-ubah. “Terkadang melawan bentuk-bentuk fasisme, dan dalam skup yang lebih kecil, kami juga melawan bentuk kapitalisme lokal seperti kasus BIP di Bali,” tegas musisi kelahiran Kuta, 10 Februari 1977 ini.
 
Bersama teman-temannya di SID, Bobbykool (vokal/gitar), dan Ekarock (bass), Jerinx kerap kali melakukan aksi turun ke jalan untuk mengritik proyek Bali International Park (BIP) di kawasan bukit, Jimbaran. Proyek di atas lahan terlantar seluas 200 hektar ini nantinya akan dijadikan fasilitas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kerjasama Asia Pasifik (APEC) tahun 2013.
 
Jerinx juga mengatakan kalau ideologi SID sedikit nihilis, “tapi kami tetap ada di sisi positivis, seperti mengadakan acara-acara pendidikan tentang ekologi, dan semacamnya,” ujarnya lalu tersenyum. (*)
 
http://jogja.tribunnews.com/2011/11/05/jerinx-tidak-menjadi-keharusan-seorang-punk-menjadi-anarkis

Apakah Sebenarnya Punk?

 
TRIBUNJOGJA.COM Seperti yang terjadi di negara lain, di Indonesia punk masih dianggap sebagai gerombolan remaja yang senantiasa membuat onar, mereka memainkan musik yang keras, cepat, dan penyanyinya berteriak-teriak tidak jelas. Dengan gaya berpakaian yang urakan, dan jauh dari kesan anak baik-baik, masyarakat awam seringkali menarik kesimpulan bahwa punk adalah segerombolan anak muda yang berperilaku kriminal. Didukung dengan hingar bingar musik dengan lirik berisi kecaman-kecaman pemberontakan mengakibatkan miringnya persepsi masyarakat mengenai punk.
 
Banyak yang menganggap bahwa punk adalah aliran musik semata. Menurut para pengusungnya, punk bukanlah aliran musik atau gaya fashion belaka, tetapi ia adalah ‘sikap’ yang lahir dari sifat memberontak terhadap ketidakpuasan yang ada di sekitar, entah itu politik, sosial, ekonomi, bahkan terhadap bentuk keteraturan yang telah mapan. Rasa tidak puas hati dan kemarahan inilah  yang diekspresikan lewat musik dan gaya berpakaian mereka.
 
Lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik mereka menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran, serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
 
Sejak awal 1970-an, musik punk sudah berkembang di Amerika, munculnya band-band seperti The Ramones, New York Dolls, MC5, Iggy Pop & The Stooges  menandai awal munculnya genre punk generasi pertama. Di era yang sama, pertumbuhan punk begitu meluas dikalangan anak-anak muda di Inggris. Kala itu para remaja di Britania mencari media bagi mereka untuk memberontak karena keadaan ekonomi yang payah. Pada masa inilah revolusi punk bermula, para punks tersebut mayoritas berasal dari remaja-remaja working class yang marah terhadap perekonomian dan sistem sosial yang menindas.
Di era tersebutlah muncul band-band seperti, The Sex Pistols, The Clash, The Damned, dan sederet nama lainnya. Kehadiran The Sex Pistols di permukaan menjadi begitu kontroversial sekali karena attitude dan keberanian mereka menentang Kerajaan Inggris.
 
Punk setelah tahun 70-an ditandai dengan kembali berpindahnya aktivitas punk dari Inggris ke Amerika. Di sanalah scene-scene punk begitu menjamur. Mesikup tidak secara keseluruhan, bentuk pemberontakan telah mengalami banyak perubahan. Pada generasi ini cukup sulit untuk melihat punk semata-mata dengan penandaan imaji seperti fashion, bahkan musik yang hingar bingar. Punk seolah-olah merubah strategi pemberontakan mereka menjadi sebuah gaya hidup tandingan.
 
Punk di generasi kedua ini memfokuskan pada isu-isu dan aktivitas independen yang lebih politis daripada generasi sebelumnya. Isu-isu seperti feminismen genderm pemberdayaan komunitas, anti rasisme, anti perang, independensi dan lain-lain merupakan isu komunal yang beredar di antara komunitas punk dalam rangka melawan informasi dari budaya arus utama.(*)
 
http://jogja.tribunnews.com/2011/11/05/apakah-sebenarnya-punk

Punk

Sekelompok pemuda Punk
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.


  Gaya hidup dan Ideologi
Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.
CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi's, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Punk

Rabu, 16 November 2011

RELAWAN GUBRAK

Selalu ada teman yang luar biasa untuk ide yang luar biasa.

Ketika 2 kali nomer pusat SBS di blokir operator, terus terang saya merasa sedikit shock.
Bukan lantaran nomer yang kita pakai sudah terlanjur familiar (cantik lagi...)
Bukan soal keharusan untuk melapor ke operator untuk membuka blokir
Dan juga bukan soal biaya...

SBS (Sms Bangun Subuh) buat GUBRAK (dan yang pasti buatku) adalah sesuatu yg lebih bernilai dari Page, Group maupun Blog yang kita punya di dunia maya.
Bagaimanapun, SBS inilah yang membuka sejarah GUBRAK. Ia yang menginspirasi kita untuk membentuk Komunitas dahsyat ini. Komunitas unik yang padahal di galang dari segmen segmen lapis bawah dan terkecil. Dengan peralatan seadanya dan tentunya belum pernah punya kantor, apalagi akte pendirian. Varian keanggotaannyapun buat saya sungguh luar biasa. Di GUBRAK anda bisa temui semua model manusia. Dari yang alim hingga berandalan, dari yang intelektual sampai yang lebay. Dan tentunya lintas umur. Ini kekuatan hebat yang merepresentasikan kehidupan sosial kita.

GUBRAK. Ini rumah kita....
Banyak yang bilang ini sarang santri. Tapi menurutku sebetulnya nggak juga. Di sini ada merah, putih, hijau, hitam bahkan abu abu (yang PKS juga ada loh).
Kita di satukan oleh semangat. Semangat untuk menatap hari depan lebih indah. Semangat toleransi seraya mengikis segala egoisme sektarian. Semangat persaudaraan dan kesetaraan. Semangat untuk membangun gagasan. Dan pastinya semangat bangun pagi (bagi yang suka bangun pagi. He he he).
Gubrak sepertinya memang berpotensi menjadi katalisator, yang menyatukan banyak pikiran. Menempatkan keanekaragaman sebagai sumber kekuatan. Seorang kawan mengatakan, kalau anda terlalu miring ke kanan, ke kiri atau kebanyakan mendongak ke atas, bergabunglah bersama GUBRAK. Bengkel kami akan siap sedia memperbaiki kerusakan otak anda. Ha ha ha ha

Kembali ke SBS.
Pasca adanya insiden blokir operator seluler (akibat kelebihan kuota sms), terus terang saya nyaris putus asa akan kelangsungan layanan unik bangun pagi ini. Ada 700 nomer yang tadinya biasa kita sms tiap pagi. Biasanya kita menggunakan 2 HP untuk operasi. Sekarang aturan operator seluler untuk urusan sms broadcast di batasi. Sms massal di atas 200 nomer bisa terancam blokir oleh operator. Saya waktu itu sempat berpikir untuk menambah lagi peralatan. Setidaknya jika ada 4 HP/4 nomer, 700an Gubraker SBS bisa teratasi. Nggak perlu HP mahal. Yang 100ribupun kalau ada insya Allah jalan.
Hari kedua pasca blokir saya menyiapkan uang untuk mengusahakan itu. Nyari HP murah dengan fasilitas sms grouping yang memadai. Dan.....????
Gagal. Sudah 3 konter saya datangi. Nggak satupun punya produk yang saya maksud. Kalaupun ada, fasilitas groupingnya nggak ada. Artinya kalau kita paksain, sms subuh kita kirim secara manual (satu satu). Haduhhh.... stres juga. 700 nomer dengan sistem pengiriman manual. Bisa keriting nih jempol.
Akhirnya saya putuskan pulang aja. Barangkali kalau ketemu istri, ketemu solusinya ( Ha ha ha ha.....)

Hari hari selanjutnya, saya coba telpon teman teman terkait soal ini.
Respons yang saya terima macem macem. Tapi intinya satu. Komunitas harus tetap di rawat. Ini aset besar yang sudah kita perjuangkan, yang sudah kita galang dengan segenap kekuatan.

Selalu ada teman luar biasa untuk ide luar biasa.

Ya....!. Nyatanya bukan hanya saya yang ketar ketir. Banyak sms masuk menanyakan soal sms subuh. Kok saya kesiangan terus...!, kok nggak ada sms lagi....! Gubrak udah bubar ya...?. Dan belasan sms lain yang tentunya melecut kembali semangat saya untuk terus maju.

Oke...! sms kita lanjutkan. Tapi untuk 700 saya nggak bakal bisa. Alatnya cuma 2. Mesti ada relawan yang bersedia membantu kami. Minimal 300-400 nomer bisa di cover.
Sebetulnya sejak dulu saya sering tawarkan ke teman untuk mengambil alih tugas ini sebagian. Tapi belum ada tanggapan. Susah bangun pagi,nggak bisa istiqomah, biaya sms dst...

Orang pertama yang saya datangi kang Aang Arif Amrullah. Kebetulan rumahnya dekat, teman seperjuangan dan dulu juga punya gagasan untuk itu juga. (Katanya : Jangan sampai pahalanya di ambil Komandan semua...). Ha ha ha

Dan alhamdulillah........
Gagal...!!!.
Selain alasan teknis (HPnya jadul), juga yang pasti nggak bisa jamin istiqomah bangun pagi.
(Akhirnya ku pulang seperti orang dungu, Ebiem Ngesti mode on)

Menyerah ?
Belum.

Selain kita coba share di KBG, saya coba usahakan telpon yang lain (kali aja siap).
Saya telpon Rohmah Nafis (Lamongan),mas Adie (Blitar), Ahmad Suyuthi (Sumenep), mas Harun (Cirebon), mas Joko (Karanganyar), Husnul Hotimah (Pamekasan), Nazili Gapura (Sumenep), mas Imam (Sidoarjo), kang Kholid (Cirebon), Mbak Fitrie (Batam), Heldania (Lampung) dan entah berapa lagi yang kita telpon.(beberapa di antaranya nggak mau terima telpon, hemmm sibuk kali). Ampe telinga rasanya panas dingin. Ha ha ha haPokoknya BERUSAHA!!!!

Dan seperti pepatah diatas. Selalu ada teman yang luar biasa untuk ide luar biasa.
Satu persatu gayung di sambut. Akhirnya terkumpul 6 relawan.
Ada :
Ahmad Suyuthi
Nazili Gapura
Imamuddin Al Porongi
Adie Rey Mysterio
Lestari Bunda Zahwa
Fitrie Ibrahim Titania
(Pokok'e... I Love You FULLLLLLLLLLLL!!!!!)

Seminggu setelah rehat, SBS kembali beroperasi. Dengan admin baru, semangat baru dan tentunya gagasan baru yang lebih dahsyat. Terakhir bahkan kita udah berani buka lagi pendaftaran layanan SBS baru. Dan sekarang udah 800an Gubraker yang mendapatkan layanan SBS. Kita juga sudah menyiapkan admin cadangan jika terjadi ledakan anggota lagi. Urusan pulsa. Alhamdulillah kendati nggak 100%, ada saja yang membantu kita. Makasih buat kawan kawan yang sudah membantu mendonasikan pulsa.

Khusus untuk donasi pulsa, kita batasi nggak boleh lebih dari 10ribu (Kalau banyak banyak malah jadi ujian buat admin), trus jangan nyumbang 3 bulan berturut turut (bagi bagi pahala lah...). Dan usahain jangan kirim pulsa ke nomer Axis (soalnya stok pulsa udah full).

Sepertinya, nggak ada yang nggak mungkin jika kita ada kemauan.
Terima kasih buat semuanya.....
I love you....!
He he he he....

Jumat, 16 September 2011

Sms Bangun Subuh (SBS)


Ini adalah program gratis dari GUBRAK dimana anda akan mendapatkan servis berupa Sms Sangun Subuh setiap hari sepanjang tahun tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikitpun. Program ini mulai mengudara pada tanggal 13 Maret 2010 hingga sekarang dan menyasar 700 lebih pengguna ponsel seantero Indonesia.
Layanan ini di gawangi oleh relawan relawan terbaik Gubrak.
Dengan bergabung di program SBS, anda berkesempatan untuk menambah pengetahuan tentang ke Indonesiaan melalui sms sms yang kami kirim ke HP anda.
Selain itu, anda juga berkesempatan untuk membangun korespondensi sesama Gubraker (sebutan anggota GUBRAK) melalui program tukar nomer HP, tukar email facebook dan lain lain.
Sms subuh makin seru dengan sisipan sisipan sms LUCU terkini yang sudah pasti membuat anda ngakak...


Ketik : SBS spasi Nama spasi Domisili spasi Akun FB
Contoh : SBS Hafidz  Jakarta Komandan Gubrak

Kirim ke :

085776412809 
(Hafidz)
085645049578 
(Lestari)
* untuk pengguna Indosat

081946850869 
(Harun)
081913443080 
(Imam)
* untuk pengguna XL

085231485483 
(Yuyun)
* untuk pengguna Telkomsel

083849776501 
(Isti)
083899037416 
(Komandan Gubrak)
* untuk pengguna Axis, Esia, Fren dll

Selamat bergabung....

Minggu, 07 Agustus 2011

KIDUNG SANG GURU

Semua telah terjadi. Bayang bayang gelap mendadak menyeruak di sel sela matanya yang satu jam lalu tergenang lelehan air mata.

Kemana lagi aku harus mencari. Bahkan tangan Tuhanpun mungkin tak sanggup menggantikan hangatnya belaian Sang Guru. Aplagi sekedar Kamajaya. Seonggok manusia bodoh yang setiap malam hanya bisa memberi harapan hampa atau bahkan bualan sepi. Ah !! Kamajaya mungkin terobsesi dengan kemegahan masa lalu yang seakan tak pernah ia bayangkan keruntuhannya. Atau mungkin dia justru menderita batin yang lebih parah ?. Paranoid ? Gila ?.
Mungkinkah ???.

"Kesombongan adalah kelemahan yang di tutupi".

Mungkin benar apa yang di ucapkan Sang Guru itu. Kamajaya telah menderita penyakit yang lebih kronis sepeninggal Sang Guru. Kini dia menjelma menjadi monster arogan, sombong, pembual dan optimis dalam kepura puraannya. Dalam kelemahannya.
Hahh!!!.

"Pendapatmu tak semuanya benar, Tala...".

"Oh ya ?. Beritau aku dimana salahnya ?".

"Aku pikir kita tak usah mempersoalkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita harus akui bahwa sepeninggal Sang Guru semua menjadi beranyakan, liar, brutal dan nggak punya arah yang jelas. Tapi yang terpenting buat kita adalah bagaimana kita bisa keluar dari neraka masalah ini".

Kitala terdiam. Tapi tak lantas mengiyakan. Kalau hanya keluar dari masalah tentu sangat mudah. Lakukan saja seperti apa yang di lakukan Sugarda. Keluar dari organisasi dan bebas menentukan nasib sendiri.
Tapi persoalannya adalah bagaimana caranya mengembalikan segalanya seperti semula. Seperti yang pernah di lakukan Sang Guru.

Apakah kita hanya mengangguk saja ketika sang pembual Kamajaya dengan pongahnya menobatkan diri sebagai pemimpin ?. Ah!! Jangankan mensejajarkan. Bahkan air ludah Sang Gurupun lebih berharga dari seluruh jasad dan nyawanya.

"Ah!. Permata....Permata...!. Darimana kita harus memulai ?. Bukankah semua telah tercerai berai ?. Aku pikir tak ada lagi yang sanggup menggantikan Sang Guru dalam memimpin organisasi ini. Titik!!".

"Dan kamu akan cabut ?"

Kitala terhenyak.
Cabut ?.
Memisahkan diri dari kawan kawan yang lima tahun terakhir ini selalu memberi arti ?.
Tidak!!. Sedikitpun pikiran jorok itu belum menyentuh otaknya. Cabut berarti keluar dan mengingkari semua yang telah di rintis Sang Guru.
Tidak !!!.

"Lantas apa bedanya kamu dengan Sugarda ?. Jangankan mencoba bangkit, memikirpun enggan. Sekedar menolak Kamajaya tanpa memberi solusi ?" tukas Permata.

"Atau mungkin organisasi ini di pegang saja oleh para senior yang udah ketahuan lembek ?. Siapa yang sanggup ?. Kamu ?. Aku ?. Sugarda ?. Atau siapa ?. Gak ada yang bisa !!".

Kali ini Kitala benar benar tersudut.
Betul apa kata Permata. Para senior adalah tipe penerus yang lembek. Termasuk ...??. Kitala.
Padahal senior justru lebih punya kewajiban.

"Tapi ini persoalannya lain Permata !!".

"Sudahlah !" sergah Permata sewot."Pikirkan masak masak. Kalau kamu tetap saja diam dan tak mau ambil bagian dalam organisasi ini, lebih baik kamu out saja!. Oke ?"

Tak ada kalimat yang keluar dari bibir Kitala. Petuah Permata memang cukup rasional. Tapi tidak serta merta menurunkan beban. Kitala tetap teguh pada pendiriannya. Bahwa organisasi ini harus di pegang oleh orang yang benar. Yang betul betul mampu menjadi lidah Sang Guru. Bukan oleh Kamajaya sang pembual itu.

                                                                                     @@@@



Angin malam kembali menyeruak. Ribuan nyamuk merangsekl menerobos jendela. Kibasan hawa dingin tiba tiba ikut ambil bagian menelanjangi tubuh Kitala yang menggigil pucat. Kitala tak beringsut mencabut selimut dari dalam lemari kusutnya. Tatapannya tetap kosong menerawang langit.

Ini adalah malam ke 41 tanpa Sang Guru. Sama seperti kemarin. Tetap kosong, hampa dan tak bergairah. Bahkan mungkin lebih parah lagi. Kamajaya yang kini di daulat memimpin organisasi samasekali tak memahami persoalan. Dia seperti kehilangan visi. Matanya di butakan oleh sanjungan. Padahal semua orang tahu, bahwa sebagian besar anggota, termasuk Sugarda dan mungkin Permata telah kembali ke habitatnya semula. Kembali menjadi pecandu dan berkawan dengan barang haram itu. Semua orang hanya berbicara soal siapa memimpin siapa. Padahal persoalan berat menghadang di depan mata. Ancaman degradasi moral....!!!.

"Semua telah berakhir, Tala. Gak ada gunanya mempertahankan ideologi sempitmu, Tala " kata Sugarda tanpa merasa bersalah sama sekali.

"Sang Guru bilang, memikirkan masalah justru akan menambah masalah. Lebih baik lupakan semua. Dan kita kembali ke habitat semula...".

"Segampang itukah ?" serang Kitala nyinyir.

"Menjadi manusia bebas adalah sebuah kebahagiaan"

Ceroboh!. Kalau kembali menjadi biadab, pemabuk, pecandu, pemalas dan pengedar macam Sugarda dan kawan kawannya, lantas apa gunanya Sang Guru ?. Apa artinya jerih payah Sang Guru yang dengan gigih mengangkat harkat kita, melayani kita dengan kesabaran yang luar biasa. membelai dengan seribu cinta dan menggambar mimpi kita dengan galeri indah nan memukau.

"Kamu telah tersesat Sugarda!!!".

Sugarda menggeleng. Jari telunjuknya bergoyang sinis di depan mata Kitala.

"Tidak ada yang tersesat. Bila kamu berkata demikian maka artinya Sang Guru juga tersesat".

"Hahh!!! Lancang kamu, Sugarda !!".

"Dengar Tala" Sugarda membela, " Kepergian Sang Guru aalah bukti nyata bahwa dia menghendaki kebebasan. Dia egois. Meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Kalau dia manajer bertanggung jawab tentu ia paham bagaimana ia harus melakukan regenerasi yang tepat. Bukannya pergi malah meninggalkan maalah !" lanjutnya bersungut sungut.

Masya Allah Sugarda!.Mungkinkah ia sedang mabuk ?. Ataukah aku sendiri yang tak memahami perubahan ?.
Kitala meragu. Perasaan kalut membayangi pikirannya. Segalanya telah berubah menjadi abu abu. Culas, menipu dan bengis. Memikirkan masalah justru menambah masalah. Menjadi orang bebas adalah ujung kebahagiaan.

Ah!! mana yang benar ?.

                                                                                  @@@


Sayup sayup terdengar adzan subuh di ujung jalan. Kitala tersentak. Kilatan putih menghajar kelopak matanya. Perih dan menyesakkan. Ia segera berlari menyisir lorong jalan yang tampak senyap. Meraih air wudlu dan mengambil posisi pojok dekat perpustakaan masjid sembari berharap tak seorangpun berani mengganggunya. Bahkan ketika shalat di mulaipun ia telah mengkavling shaf paling belakang. Selain nyaman juga bisa pulang awal tanpa di ketahui orang lain.

"Tala..."

Bisikan itu tak ayal menodai kenyamanan Kitala yang sedang khusuk membaca tasbih.

"Permata...".

"Kamajaya telah pergi...".

"What ???".

Permata mengangguk kecil. Rasanya ia tidak berbohong.

"Sang Guru menjemputnya dalam mimpi".

"Darimana kamu tahu ??" Kitala penasaran.

"Sehari yang lalu ia bercerita padaku".

"Kamajaya ?".

"Ya..".

Tak masuk akal. Tapi tak mungkin Permata bohong.
Sang Guru ?. Ada apa dengannya ?. Apakah ini berarti dia tak mengijinkan Kamajaya menaburkan angkara murkanya ?.
Ya...!. Sang Guru memang harus menegur pembual tolol itu. Tapi kenapa Kamajaya ?. Bukan Sugarda ?.

Sebuah tanda tanya besar memenuhi benak Kitala. Kalut, bimbang dan serba salah. Ia harus mengakui bahwa ia selama ini tak pernah sejalan dengan Kamajaya. Setidaknya sepeninggal Sang Guru. Tapi kesalahan bukan semuanya mesti di timpakan pada kamajaya. Para senior, aku, Permata, Sugarda serta semua orang yang membiarkan Kamajaya berjalan di ruang yang salah.

"Cantumkan juga nama sang Guru"

"Apa ?" Kitala seperti tak percaya. "Apa aku tak salah dengar ?".

"Aku pikir Sugarda benar. Sang Guru tak mampu membuat perubahan nyata. Sang Guru terlalu egois. Membiarkan kita berjalan sendiri sendiri tanpa planning yang kongrit. Kepergiannya terkesan mendadak dan di paksakan. Mungkin memang Sang Guru sedang kebingungan. Sehingga ia lupa bahwa organisasi butuh pemimpin. jadi bila demikian, bukankah justru kesalahan terbesar ada di Sang Guru ?".

Ya Tuhan!. Kitala tercengang. Bukan karena opini Permata. Tapi justru ia heran dengan apa yang terjadi pada Permata. Bukankah selama ini Permata terkenal santun, rendah hati, loyal dan tak suka mengacungkan telunjuk jari ?. Kenapa ia sekarang tak ada bedanya dengan Sugarda yang dengan entengnya menghina Sang Guru ?. Ada apa ini ?.

Sore itu selepas pemakaman Kamajaya berakhir, beberapa orang tampak berkumpul di markas. Sudah dapat di pastikan bahwa Permata akan segera di daulat sebagai pemimpin organisasi. Dan bisa di duga tak ada satupun makhluk yang mampu mencegah Permata berkuasa. Permata yang santun tapi munafik, Permata yang lembut tapi menjijikkkan. Kalau di tangan kamajaya saja hampir separuh anggota panti rehabilitasi telah kembali menjadi pecandu, bagaimana jadinya bila organisasi ini di pegang Permata yang ia tahu sangat dekat dengan Sugarda. Sang biang kerok yang sekarangpun pindah profesi sebagai seorang bandar narkoba. Hahhh!!!!.

Rasanya bumi telah hancur berkeping keping. Ibarat lepas dari mulut buaya jatuh dalam terkaman srigala. Seolah tak ada jalan lain. Semua orang telah tersesat bahkan lebih tragis. Gairah yang tanpa perubahan. Semua orang telah menganggap dirinya benar.

Malam telah menjemput siang. matahari tenggelam di mangsa pekat. Ribuan makhluk bertiarap dalam kesunyian. gelap gulita menyambar di setiap sudut bumi. Tiada suara, tiada bising. Semua hening dalam kekosongan. Entah ini hari ke berapa. Jangankan menghitung hari, bayang Sang Guru pun telah raib dari otak mereka. Sang Guru telah sirna dan semua kembali seperti semula.

Bicara tanpa makna
Menari tanpa seni
Dan beriring menuju kegelapan

                                                                                 @@@@

"Tala...".

Entah suara itu datang darimana, yang jelas tiba tiba terhampar sosok pucat di hadapan Kitala.

Sugarda!!!.

"Tolong aku Tala !" semburat Sugarda mencengkeram tangan Kitala. Sementara matanya celingukan seolah berusaha mencari tempat yang aman.

"Ada apa Sugarda ?" Kitala mencoba meronta, tapi tangan kokoh Sugarda makin kuat menahannya.

"Dia.....dia...." lidahnya terasa kelu, kerongkongannya seolah kering di liputi rasa takut yang mencekam. Wajahnya yang pucat makin terlihat pucat.

"Dia siapa ?"

"Dia...."

Brakkk!!!!

Terdengar suara ledakkan di ruang depan.Pintu terdobrak. Sugarda makin ciut nyalinya. Sementara Kitala yang masih di landa kebingungan segera berlari ke depan untuk memastikan apa yang terjadi.

Brakkk!!!!

Kitala terhenti. Kali ini hentakkan itu terdengar sangat keras. Bukan sekedar suara pintu di dobrak. Tapi mungkin bangunan runtuh atau pohon tumbang.

Kiamat ???

Sedetik kemudian terdengar suara gemuruh di sertai jeritan histeris bersahut sahutan menyayat hati. Bumi berguncang hebat, benda benda berterbangan tak karu karuan. Lemari buku yang hanya berjarak lima meter dari tempat Kitala berdiri, ambruk. Kitala beringsut mundur, namun terlambat. Sebongkah kayu sepanjang dua meter menghantam keningnya. Matanya berkunang kunang, kepalanya terasa berat, bumi berputar putar dan iapun ambruk mencium tanah.

Mungkin Tuhan enggan menimang raga kita
Atay mungkin Sang Guru sedang mengutuk kita
Tapi yakinlah teman...
Kau adalah kidung indahku
Yang khan slalu menyelimutiku
Kau pulalah nyawa batinku
Yang temani damai hatiku

Kitala terus mengepakkan sayapnya menuju angkasa biru. Terbang menuju peraduan abadinya. Bersama Kamajaya, bersama Sugarda, bersama sang Guru dan bersama mereka yang menjual nyawanya pada benda benda neraka......!!!


Kebakkramat, 2001

oleh Mohammad Hafidz Atsani



Kamis, 30 Juni 2011

FROM BLITAR WITH LOVE


oleh Mohammad Hafidz Atsani pada 30 Juni 2011 jam 19:22
“Hurub Hambangun Praja”
Artinya ‘semangat membangun negara’. Inilah motto terkenal yang selalu mengiringi perjalanan Kabupaten yang terletak di kaki Gunung Kelud dengan Sungai Brantas yang membelah Blitar menjadi dua bagian. Blitar menurut buku ‘Bale Tatar’ berasal dari kata ‘Bali Tartar’. Penggunaan istilah ini sebagai nama Kota di mana Sang Proklamator di makamkan rupanya menjadi semacam peringatan akan sebuah peristiwa heroic masa silam. Di ceritakan, pada jaman pemerintahan Prabu Kertanegara di Singasari (daerah Malang) Raja Mongol Kubilai Khan yang telah sukses menginvasi Annam (Vietnam Utara), Champa (Vietnam Selatan), Kamboja, Burma hingga ke Thailand berhasrat ingin menyempurnakan penaklukannya dengan meluaskan wilayahnya hingga ke pulau Jawa. Maka di utuslah duta besar Mongol ke Kerajaan Singasari guna memaksa penguasa Singasari kala itu (Prabu Kertanegara) agar tunduk di bawah ketiak Kubilai Khan. Namun sial, bukannya Prabu Kertanegara bersedia tunduk dan mengirim upeti pada Kubilai Khan, justru penguasa Singasari itu meledek Kubilai Khan dengan memotong kuping sang duta dan mengusirnya.
Mendapati utusannya di perlakukan demikian, maka marahlah sang Kubilai Khan kemudian mengirim tak kurang dari 20.000 balatentara (di sebut Tentara Tar Tar) pada tahun 1292 yang di pimpin jendral Ike Mese, Kau Hsing dan Shih Pi menuju pulau Jawa guna menghukum Kertanegara sekaligus menakhlukkan Pulau Jawa. Sesampainya di pulau Jawa, balatentara Tar Tar mendapati Pulau Jawa dalam keadaan telah rusak akibat perang antara Jayakatwang (Bupati Gelang Gelang) dan Prabu Kertanegara yang berakhir kekalahan di pihak Kertanegara. Tewasnya Kertanegara di tangan Jayakatwang rupanya tidak menyurutkan niat Tentara Tar Tar untuk membalas dendam. Ketika tahu bahwa Kertanegara masih menyisakan pewarisnya di Perdikan Majapahit, maka tentara Tar Tar bergegas ke desa Majapahit guna menangkap pewaris Kertanegara.
Adalah Raden Wijaya putra Dyah Lembu Tal, putra Narasinghamurti alias Mahisa Campaka adalah putra Mahisa Wonga Teleng putra Ken Arok pendiri Wangsa Rajasa sekaligus menantu dari Prabu Kertanegara yang kemudian hendak di tangkap tentara Tar Tar untuk di bawa menghadap sang Kubilai Khan. Mendapati tentara Tar tar hendak menangkapnya, raden Wijaya lalu bersiasat. Dia bersedia tunduk pada Raja Mongol asal tentara Tar Tar bersedia membantunya mengalahkan Jayakatwang. Siasat ini kemudian di sanggupi tentara Tar Tar. Maka tak lama kemudian gabungan tentara Tar Tar dan Majapahit yang juga di bantu Arya Wiraraja dari Sumenep bergerak ke Kediri dimana Jayakatwang berkuasa. Perang dahsyat terjadi di Kediri, tak kurang dari 5000 prajurit Kediri tewas. Jayakatwang kemudian di tawan tentara Tar Tar.
Setelah mengalahkan Jayakatwang, raden Wijaya meminta ijin untuk kembali ke Majapahit guna menjemput keluarganya dengan kawalan tentara Tar Tar. Sesampainya di Majapahit, bukannya membawa keluarganya untuk menyerahkan diri pada Tentara Tar Tar, justru Raden Wijaya memerintahkan prajuritnya balik menyerang tentara Tar Tar. Kontan saja tentara Tar Tar yang sama sekali tidak mengira bakal mendapat serangan mendadak dari pihak Wijaya kocar kacir dan melarikan diri ke hutan di selatan Blitar. Kekalahan tentara Tar Tar ini menandai naiknya Raden Wijaya sebagai Raja di tanah Jawa yang berkedudukan di Majapahit berjuluk Prabu Kertarajasa Jayawardhana.
Setelah naik tahta, upaya Raden Wijaya untuk mengusir sisa sisa tentara Tar Tar belumlah padam. Maka di utuslah Nilasuwarna memimpin pasukan Majapahit guna menumpas tentara Tar Tar yang bersembunyi di hutan selatan. Misi ini sukses di jalankan Nilasuwarna, kemudian Prabu Kertarajasa jayawardhana menganugerahi Nilasuwarna tanah di hutan dimana tentara Tartar berhasil di tumpas. Hutan itu kemudian di beri nama Balitar (Bali Tar Tar ) untuk mengenang kekalahan telak tentara Tar Tar. Nilasuwarna di nobatkan sebagai bupati di Balitar (Blitar) dengan julukan Adipati arya Blitar.

Itulah sekelumit mengenai kota Blitar. Kota yang menurut saya sangat sejuk. Tanahnya subur, berwarna abu-abu kekuningan, bersifat masam, gembur dan peka terhadap erosi. Maka tak heran, Blitar adalah penghasil Padi, Tembakau dan sayur mayur dengan kualitas terbaik. Selain itu, Blitar juga terkenal dengan produk buah buahannya loh. Apalagi buah Belimbing dan rambutannya. He he he ….. (thanks mas Alvin yang udah ngasih sekardus rambutannya).
Tour Gubraker ke Blitar start jam 5.30 WIB mengambil rute Karanganyar-Sragen-Nganjuk-Kediri trus Blitar membawa serta 9 Gubraker Solo. Sempat nyasar Bojonegoro sekitar 5 km, tapi akhirnya sukses juga mencapai Blitar. Dan sesuai rencana, kami mengambil tempat makam Bung Karno sebagai lokasi pertemuan. Ini yang saya sebut uniknya Gubrak. Pertemuan gubraker sejauh ini paling sering kalau nggak di Pesantren, kakilima, ya di kuburan (Padahal komunitas lain yang berhubungan dengan kuburanpun belum tentu se ekstrim Gubrak yang menggunakan kuburan sebagai ajang silaturahmi). Hehehehe ….
Di pos depan makam kami langsung di sambut belasan Gubraker Blitar (ada mas Adie Rey, mas Tawakal, mbak Ajeng Dewi dll). Suasana sangat akrab, saya merasa Blitar adalah kampung halaman sendiri. Setelah ramah tamah, kamipun langsung memasuki komplek makam. Di sana sudah ada mas Imamudin (Gubraker Sidoarjo), mbak Arina (ini orangnya lumayan cerewet, tapi asyik di ajak ngobrol). Ada lagi Yunnairaa (kalau yang ini bukan orang baru di Gubrak. Dia masuk kelompok assabiqunal awwalunnya Gubrak. So, tahu persis gimana awalnya Gubrak di rintis). Persisnya nggak ngitung, tapi perkiraan ada 25 lebih Gubraker yang saat itu ngluruk di makam BK.
Pertemuan di Blitar ini menjadi yang pertama terbesar sepanjang sejarah Gubrak. Dan asyiknya, kalau biasanya di DKI kita ketemunya sama yang tua tua, di Blitar mayoritas penGubraknya adalah anak muda. Umurnya rata rata 20an (dan yang pasti banyak singlenya). Makanya buat Gubraker yang masih lajang, jangan kemana mana, segera hubungi Gubraker Blitar. Kali aja berjodoh. Heheheheh….
Acara di mulai dengan tahlil jamaah di makam BK, di pimpin sahabat saya mas Slamet (yang ini kyai beneran lohh). Sama seperti ketika saya ke Tebu Ireng, makam BK juga tak pernah sepi dari peziarah dari berbagai daerah baik muslim maupun nonmuslim. Semua berdoa sesuai dengan keyakinannya masing masing.
Selepas dari makam BK, kami kemudian di ajak berkeliling Blitar dan menikmati tongkrongan warung bakso terkenal di Kota Blitar. Di sini suasanan sangat cair, bahkan saya sempat di tantangin panco sama salahsatu sobat Gubrak Blitar (dan kalah 3-0). Maklum musuhnya khan pesilat. Ha ha ha ha
Ada pesan indah dari Gubraker Blitar untuk kita semua. Bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti, harus ada tindak lanjut yang terukur. Sudah saatnya kita menunjukkan jati diri. Bahwa tanpa sokongan dana yang kuat ataupun dukungan politik dari pemangku kekuasaanpun kita mesti yakin BISA!!!. Kalau bukan kita yang berusaha merawat negeri ini siapa lagi ???.


Blitar kutho cilik sing kawentar
Edi peni gunung Kelud sing ngayomi
Blitar jaman Jepang nate gempar
Peta brontak sing dipimpin Supriyadi
Blitar Nyimpen awune sang noto
Mojopait ning candi Penataran
Blitar nyimpen layone Bung Karno
Proklamator lan presiden kang kapisan

Ono crito jare Patih Gajah Modo
Ingkang bisa nyawijikne nuswantoro
Lan ugo Bung Karno sing kondang kaloko
Ning tlatah Blitar lair cilik mulo

Ora mokal Blitar dadi kembang lambe
Ora mokal akeh sing podo nyatakne
Yen to geni ngurupake semangate
Yen to banyu nukulake patriote


Terima kasih untuk sambutan dahsyatnya…
Thanks mas Alvin, rambutannya manis banget..
Thanks adikku, Yunnairaa. Jamuan makannya bikin tambah gemuk. Makasih juga kaosnya untuk dua buah hatiku
Makasih mas Imam atas hadiahnya…
Makasih juga para pendekar SH Terate Kota Blitar. Wis pokoknya kalau urusan bentrokan, Gubrak pasrah ke sampean semua…
He he he he
Makasih juga buat sobat Gubrak se Solo yang udah meluangkan waktu berkunjung ke Blitar.
Buat Gubraker daerah lain, kapan nih kita ketemuan ????

Selasa, 07 Juni 2011

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian tiga)

Pinter saja tidak cukup…
Sebelum di hajar rame rame, kapasitas seseorang belum dapat di nilai.

(kalimat ini saya ambil dari kiriman sms dari Gubraker Tangerang, Dyah Rajapatmi salma)


Tidak mudah memang. Bahkan pekerjaan yg sebenarnya bermanfaatpun tak luput dari cercaan. Nggak banyak memang, dan kami memakluminya sebagai salah paham atau mungkin sekedar cara gubraker untuk menarik perhatian operator.
Hampir setiap hari kami menerima sms dari anggota. Mulai dari sekedar request kata kata mutiara, mengirimkan biodata, sekedar ucapan selamat pagi, meminta nope anggota lain, hingga caci maki yang kadang nggak jelas arahnya.
Banyak jengkel, tapi pekerjaan ini secara garis besar merupakan hiburan menyenangkan yg tiada tergantikan. Jangankan lowong sehari, terlambat mengirimkan smspun rasanya kok ‘gelo’ (menyesal) banget. Khan nggak semua anggota bangunnya siang hari. Bagi yang biasa puasa keterlambatan sms bisa mengganggu ibadahnya, bukan?. Hehehehe…

Beberapa teman menyatakan kepada kami dengan sangat jujur, bahwa mereka masih sangat curiga dengan motif kami.
~ Kemana arahnya ?
~ Siapa di belakangnya ?
~ Siapa donaturnya ?
~ Adakah usaha mengarahkan kegiatan ini untuk kepentingan politik tertentu ? Pertanyaan yang menarik dan tentu harus mendapatkan jawaban yang juga jujur dan transparan.


Dari segi pendanaan.

Awalnya terus terang kami memanfaatkan program sms gratis dari operator tertentu (IM3). Dulu khan kalau pulsanya 5000 gratis 50 sms. Kalau di atas 10000 gratis 100 sms. Dan ini berlangsung beberapa bulan. Karena nyatanya makin hari peminatnya makin membengkak yg akhirnya tidak bisa lagi tercover dengan gratisan IM3. 100 nya gratis, tapi lanjutannya malah bikin jebol pulsa. Sebab tarifnya jauh lebih mahal. Belum kalau ada anggota yg minta konsultasi. Hancuurrrr minaaaaa….
Akhirnya kami memanfaatkan layanan langganan sms bulanan dengan operator lain (pake XL lagi dehhhh…). Kami mengeluarkan biaya 25000/bulan untuk sms tak terbatas.
Akhirnya…..???. Udah kepalang tanggung. Kita manfaatkan semaksimal mungkin, sekalian biar operator tahu kalau kami sangat berpotensi membuat bangkrut perusahaan. Ha ha ha….
Dari 100 ke 200 ke 300 dan…..hingga 500 lebih. Di sini kami menemui kendala teknis yg sebelumnya tak pernah di duga. Grouping di HP N3500 kami nyatanya Cuma mentok 25 group (isi 25/group). Artinya kami hanya bisa mengirim secara random ke 500 anggota. Sisanya mesti manual.
Kalau begini caranya bisa repot dehhh….!. Jari jari bneran bakal keriting kalau di paksa sms konsep manual.
Untung HP kami ada 2. Tepatnya HP bini. Heheheh…!. Akhirnya sisa tugas kami alihkan ke HP satunya lagi. Dan tentu konsekuensinya mesti bayar lagi. Bayar lagi dan langganan lagi…..!. sebulan 50000 buat operasional sms doang.
Tapi nggak apa apalah. Banyak kok manfaatnya. Terutama buat diri sendiri. Selain bisa rutin bangun pagi, juga sejak tiap ba’da isya’ ada tugas sms, saya jadi jarang nongkrong di warung depan. Ha ha ha….! Rada irit….
Terus terang semua biaya di atas nggak ada yg mendonasikan untuk kami. Cuma 50000 aja nggak berat berat amat. Yang berat khan bangun paginya……


Trus kalau di tanya arahnya kemana ??.
Ha ha ha….
Buat yg pernah baca artikel sebelumnya, tentu ketemu jawabannya. Gubrak ini komunitas nasionalis. Semua hal mengenai gubrak adalah upaya untuk menguatkan gairah keIndonesiaan. Nggak kurang, nggak lebih (soalnya kalau pengen dakwah, bukan kyai sihhh).
Soal afiliasi politik ???
Ha ha ha….
Yang ini aku malah bingung. Ada sih tawaran. Tapi kok belum ada greget ya..???
Buat kami, nggak ada yang lebih indah dari kebebasan berbicara. Dan berada di luar sistem rasanya sangat pas untuk kami yg dari dulu memang bercita cita menjadi oposisi sejati. Bukan apa apa. Negara ini butuh lebih banyak orang yg bisa konsisten tampil kritis dan mengontrol setiap derap langkah kehidupan.
Emang sih nggak ada duitnya. Tapi, kebebasan untuk sebagian orang jauh lebih mahal dari apapun.
Kawan kami hanya kebenaran. Dan saya siap lengser dari Gubrak kalau nyatanya di ujung cerita kami ikut masuk struktur Partai tertentu. Bukan Cuma lengser kayaknya. Siap di hujat juga. Hahahahahah


Uang bisa di cari. Tapi kebebasan berbicara, kemana kita mencari….


Thank’s buat kawan kawan yang berkorban banyak buat Gubrak…..

oleh : Mohammad Hafidz Atsani

Jumat, 04 Februari 2011

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian dua)

Bangunlah Jiwanya
Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Yang sering mengunjungi page, group maupun blog GUBRAK tentu sering melihat motto yang saya kutip dari penggalan lagu Indonesia Raya ini terpampang di sana. Kalimat yang familiar dan sudah seharusnya kita semua hafal (kecuali yg tidak merasa mencintai negerinya. hahahah).

Barangkali kalimat itulah yang turut menginspirasi saya untuk lebih mengembangkan GUBRAK agar menjadi komunitas dunia maya yang tidak sekedar ajang lelucon belaka. Mesti ada progress agar komunitas tidak bergerak stagnan dan membosankan. Tidak bisa di pungkiri, peran teman di sini juga memberi banyak warna dalam mengarahkan GUBRAK menuju ke jalur yang lebih positif.

Terus terang saya penyuka diskusi tentang ke Indonesiaan, saya penggila kisah kisah lokal tradisional, saya menyukai filsafat (walaupun awam), saya fans film film klasik, penikmat wayang dan tentu saja saya santri yang terkagum kagum dengan peran ulama ulama Indonesia yang dalam berbagai sisi ikut menyokong berdirinya negri ini, ikut memberi warna budaya leluhur dan senantiasa mampu menyelaraskan hubungan antara religi dan kebangsaan.

Wafatnya Gus Dur (30 desember 2009) terus terang sontak turut serta memacu adrenalin saya untuk mengambil haluan yang padahal belum pernah saya rencanakan sebelumnya untuk GUBRAK. Meninggalnya sang Penakhluk tak ayal begitu membekas di hati saya. Bagaimana dia berjuang untuk Indonesia, bagaimana dia menterjemahkan kesantriannya dalam ranah sosial, bagaimana kegigihannya membela minoritas (sesuatu yg sebenarnya di wajibkan oleh konstitusi, tapi sayang, sangat sedikit yg ikhlas mengambil peran ini) dan sejuta inspirasi dari sang Guru Bangsa kemudian mengarahkan pikiran saya untuk (setidaknya) ingin juga berbuat.

Maka, gerakan bangun pagi menemukan momentum yang pas untuk berbuat.

Bangunlah Jiwanya
Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Kenapa cuma bangun pagi...
Kenapa cuma sekedar komunitas seremonial...
Kenapa kita tidak meng GUBRAK di segi lain...

Ya...
Kita harus mengambil peran yang lebih besar.
Untuk Indonesia...
Untuk mengawal negri tercinta...
Untuk memungut kembali peninggalan leluhur yang telah di lupakan...
Untuk mengatakan bahwa, kita....
CINTA INDONESIA !!!!

Agenda besar (sebesar kepala saya tentunya...! hahahah ) segera kita susun kawan.

Tema budaya kemudian mengemuka mengawali ekspansi (mbuh artine opo) GUBRAK. Kita buat group group daerah untuk menggali potensi lokal yang biasanya kurang diminati orang. Dan dari sini mulai tampil pahlawan pahlawan baru GUBRAK yang jasanya tidak kecil untuk GUBRAK. Adalah Guztra Menggapai Impian yang berperan aktif membantu saya (malahan saya kalah aktif) membuka lahan (meniru Raden Wijaya Raja Majapahit pertama) di zona Jawa Timur Bali.

Di awali dari wilayah Jawa bagian timur, kita membuat group lokal bertitel GUBRAK ( The Early Wake Up Movement ) Zona Jawa Timur Bali. Dan respon publik sangat menarik. Perkembangannya terlampau cepat untuk group yang padahal pendirinya sampai tulisan ini turun belum pernah punya komputer (hanya modal HP. Kalo penting banget, paling ke warnet). Dan anehnya, kita kerjanya cuma kirim kirim inbox soal kisah lokal, kesenian dan budaya lokal, tapi kok mau maunya fesbuker bergabung. Hahahaha......
Ini adalah surprise tersendiri buat saya. Bahwa ternyata saya tidak sendirian. Terlalu banyak teman yang respek untuk tujuan baik.

Buat kawan kawan yang cuma punya HP, jangan takut mengeluarkan ide baikmu. Yang penting jalan aja dulu. nanti kalau itu bertujuan mulia, akan ada pahlawan pahlawan hebat yang akan menemani idemu. Percayalah...!!!!.

Dari Jawa Timur kemudian merembet ke barat, Jawa Tengah & DIY, melompat ke Sumatera, kemudian balik lagi ke timur dengan GUBRAK Zona Indonesia Timur dan terakhir GUBRAK Zona Pasundan. Group GUBRAK awal kemudian berubah menjadi GUBRAK Zona DKI Jakarta (Pasca di bikinnya page GUBRAK INDONESIA).

Karya ini tentu tidak bisa eksis tanpa bantuan teman teman (bahkan sebenarnya yg pinter bukan pendirinya, tapi anggotanya). Ada GMI, ada Kang M3, ada mas Khaliq Ariestasya, ada Sang Dewi Kitala dan ribuan teman yang berdiri di belakang kami.

Akhirnya, semoga karya sepele ini bisa memberi warna yang walaupun setitik, untuk kita semua...
Terima kasih sobat Gubrak...
I love you so much...
Terima Kasih guru inspirasiku....
Gus Dur sang GUBRAKER !!!

Bersambung (kalo sempat nulis lagi....)

oleh Mohammad Hafidz Atsani

Rabu, 02 Februari 2011

"sekedar untuk tertawa hari ini....."

Ada seorang cowok mau nikah, dan calon istrinya itu sangat sempurna di matanya... hampir tidak ada hal yang patut dikomplen.
Udah Cantik, Pintar, Kaya... Pokoknya sampe ngerasa Kalau ia menikah, bakal jadi pernikahan Ideal deh......

Tapi.........
Ada satu problem gan.... calon Ibu mertuanya lebih cantik dan bahenol dari anak gadisnya itu....... udah itu GENIT banget lagi gan.....
Tiap dia main ke rumah ceweknya, calon ibu mertuanya itu pasti lenggak lenggok lewat sambil memamerkan gerakan tubuhnya yang aduhai.....

Sampai suatu hari......
Si Cowok di undang untuk makan malam ke rumah ceweknya... dan begitu dia dateng... yang menyambut ibu calon mertuanya gan...
dan si ca-mer bilang kalau suami dan anak gadisnya lagi keluar rumah dan balik sekitar satu jam lagi....
Secara agresif ibu ca-mer ini mengajak si cowok untuk bercinta ria..
Katanya..... "mumpung kamu belum nikah, ibu mau bercumbu dulu dengan kamu.."
dan si ibu ngasih ultimatum : "kalau kamu mau... ibu tunggu di kamar lantai atas, tapi kalau kamu tidak mau.... kamu tau dimana jalan menuju pintu keluar..."
abis bilang gitu, si ibu langsung tersenyum genit, sambil berjalan berlenggak lenggok menuju kamar atas..
Lama si cowok termenung....
akhirnya dengan langkah gontai... dia buka pintu dan keluar rumah.....

TERNYATAA.........
Begitu melewati pintu... Si Calon Bapak Mertua udah menunggu di Luar dengan air mata haru.... dan langsung memeluk si cowok, sambil mengatakan :
"Welcome to the little family, itu hanya test kecil, untuk mengetahui seperti apa moral lelaki yang akan menikahi putri ku".....

Menurut agan agan gimana ???

Makanya gan..... SELALU SIMPAN KONDOM DI DALAM MOBIL
Karena sebenarnya, si Cowok keluar bukan mau pulang gan, tetapi mau ngambil KONDOM nya di dalam mobil....

oleh Epoy Van Der Cleerk 

Jumat, 28 Januari 2011

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian satu)

Berselancar di dunia maya, terutama memakai situs jejaring sosial semacam facebook sebenarnya bagi saya adalah sesuatu yang baru. Saya adalah pemula yang belum genap 1,5 tahun mengarungi dunia maya. Awalnya sekedar penasaran. Penasaran terhadap fenomena jejaring sosial ini. Kok bisa ya, hanya sekumpulan media semu (maya) tapi mampu memberikan pengaruh yang luar biasa pada masalah masalah sosial ?. Satu kasus saja, soal Bibit Chandra misalnya, media jejaring sosial ternyata berperan besar ikut menekan penegak hukum untuk melepaskan kedua pimpinan KPK itu dari jeruji penjara. Iya, tentu bukan itu satu satunya sebab. Tapi opini di dunia maya ternyata memiliki bobot yang tidak kalah efektifnya di banding dengan suara suara di parlemen maupun suara suara di jalanan dan media massa.

Saya lupa kapan saya mendaftar di facebook. Tapi yang pasti, aktifitasku di facebook lebih intens pasca wafatnya mendiang Gus Dur. Teman temanku di awalpun masih berkutat pada lingkungan santri, aktifis dan tentu saja seperti kebanyakan pria pemula di facebook...
cari cari yang bening...!!!
Hehehehehe

Soal GUBRAK ???
Ini yang sampai sekarang masih tetap membuat saya terheran heran, merasa lucu dan tak habis pikir dengan apa yang di sebut respons publik. Ini pula yang makin membuat saya makin yakin akan uniknya dunia maya.

Terus terang pendirian komunitas GUBRAK ini awalnya hanya sebuah kecelakaan kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting. Semua berawal dari apa yang selama ini di sebut SBS (Sms bangun Subuh). Sebuah kegiatan menarik dimana saya mengirimkan sms ke beberapa teman dengan tujuan untuk membangunkan tidur mereka. Konten sms tidaklah penting, karena yang perlu adalah handphone berbunyi dan mereka bangun.

Suatu ketika saya membuat status tentang kegiatan saya ini. Seorang komentator kemudian menanyakan kepada saya tentang dimana ia bisa ikut bergabung di group bangun subuh. Saya masih ingat betul teman baik saya itu, pria asal Sidoarjo dengan nama akun Imamuddin Al Porongi (sekarang beliau menjadi admin di Santri Gubrak).

Pertanyaan ini kontan menjadi bahan pemikiran saya...
Benar juga......!!!
Hausnya ada wadah untuk mewujudkan obsesi yang sedikit nyleneh ini.
Tapi ini khan gagasan yang main main..????

Group yang membahas Politik, buanyak...
Group yang membicarakan agama, bejibun...
Group entertainment, nggak terhitung....
Group yang ngomongin olahraga, banyak...

Tapi Gerakan Bangun Subuh.....???
Barangkali belum ada. Atau kalaupun ada, belum tentu di lengkapi dengan layanan sms Bangun pagi secara GRATIS.

Akhirnya......
Okelah saya bikin group Bangun Pagi.
Tapi gimana caranya...???
Khan saya nggak paham betul facebook ?.
Salah seorang teman kemudian membantu saya menerangkan gimana caranya bikin group. Maka jadilah GUBRAK.

GUBRAK ( Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan)

Seorang kawan bernama Andario Dwi W (admin group Nahdliyin) kemudian banyak membantu saya. Ada lagi Yunnairaa D'angel yang turut berpartisipasi besar. Dan satu lagi pahlawan misterius yang paling gigih mengundang teman temannya untuk bergabung di GUBRAK dengan nama akun Heira Rhea.

Dua nama teratas, saya belum pernah sekalipun bertemu muka. Hanya melalui telpon maupun sms. Tapi nama terakhir, Heira Rhea, belum pernah bertemu, tapi saya kok merasa pernah bertemu dengannya dalam dimensi lain atau minimal pernah bertemu dengan teman yang ada kaitannya dengan akun itu. Jelasnya dia adalah salah satu temanku di dunia nyata. Tapi entah siapa...
Namun demikian, siapapun mereka, bagi saya tetaplah sosok spesial di balik suksesnya Gubrak. I love you my friends....!!!!

Dari Heira Rhea kemudian saya dapat inspirasi untuk lebih menduniakan atau membuat lebih gaul GUBRAK. Penggunaan kata 'Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan' saya pikir perlu di poles agar tidak terkesa konservatif. Apalagi sosok teman seperti mabka Ririn WR, Rini Yunita Sari, Dhea Sang penjinak Tuyul, Bintang Chamelia, Oq ta, Imamuddin al Porongi, Umay may, Bodro Noyo, Ixa Sekarwangi, yan Harley, Mutiara, Kakashi sastro, Mujtahid Muthlaq dsb turut membuat suasana Gubrak menjadi lebih gila lagi. Maka tercetuslah ide merubah kata 'Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan' menjadi GUBRAK (The Early Wake Up Movement). Untuk masalah satu ini saya sempat konsultasi dengan mbak Ririn WR. Karena saya sendiri nggak yakin dengan kemampuan bahasa Inggris saya.
(Group pertama GUBRAK ini sekarang menjadi GUBRAK (The Early Wake Uo Movement) Zona DKI Jakarta)

Selain tetap melanjutkan layanan sms bangun subuh, GUBRAK juga menggelar even even lucu semacam Lomba Photo Profil. Kita memilih beberapa Photo anggota lalu di vote ke anggota. Siapa yang dapat jempol terbanyak, dia layak masuk babak selanjutnya dan seterusnya. Tercatat kita udah 3 kali menggelar kompetisi tanpa hadiah itu dengan memunculkan 3 juara di antaranya :
1. Dhea Sang Penjinak Tuyul
2. Sang Dewi Kitala
3. Gus Nuril Arifin

Demikian sekelumit soal sejarah GUBRAK. Pada kesempata lain kalau di beri kemudahan oleh Allah SWT insya Allah akan saya lanjutkan lagi.
Terima kasih buat teman teman yang telah ikut membesarkan GUBRAK...
Terima kasih untuk Gus Nuril Arifin, guru kami yang mulia.
Terima kasih untuk Mas Andario, kawan baikku dari Jogjakarta.
Terima kasih untuk adikku Yunnairaa, sepurone nduk, aku durung sempat ke Blitar..
Terima Kasih untuk mbak Heira Rhea, teman paling misteriku. heheheh...
Terima kasih untuk gank Lampung, Dhea Cs. Kapan bikin rusuh lagi...
Terima kasih buat mbak Ririn yang udah ngasih pianika untuk kedua putriku...
Terima kasih untuk semuanya....
Pejuang Gubrak dan anggota GUBRAK yang nggak bisa aku sebut namanya satu persatu...

I LOVE YOU SO MUCH...!!!!!


oleh Mohammad Hafidz Atsani

" MENGAGUMIMU, MENCINTAIMU "

          Tahukah kau saat kau bersedih,,akulah orang yang pertama meneteskan air mata?? Tahukah kau saat tubuhmu terluka,, akulah orang yang pertama merasa tersakiti. Tahukah kau saat hatimu tertusuk duri,, akulah orang yang pertama berusaha sekuat tenaga untuk mencabut duri itu?? Tahukah kau saat kau terbangun dari mimpimu di penghujung malam,,akulah orang yang pertama terjaga dari tidurku?? Dan tahukah kau saat kebahagiaan datang menymbut hari-harimu,, senyumku terukir indah meski tak pernah kuperlihatkan di hadapanmu??
          Kita memang jauh terpisah ruang dan waktu.. Mata kita tak pernah saling menatap..Tangan kita belum pernah saling berjabat..  Raga kita belum pernah saling berhadap.. Tubuh kitapun belum jua pernah mendekap.. Tapi ketahuilah bahwa hati kita tetap dekat tanpa jarak.. Cinta di hati inipun selalu hinggap tak pernah lenyap.. Merayap,,, merangkak kedasar hati.. Mengerak di palung jiwa.
          Bukankah dulu aku pernah berkata,, bahwasanya kita masih berpijak di bumi yang sama. Kita masih berteduh di langit yang sama. Kitapun masih menghirup udara yang sama. Maka sesungguhnya kita tak pernah jauh. Yakinlah akan hal itu.. Diamku bukan tanpa alasan,, bungkamku bukan tanpa pedoman,, tapi semua itu aku lakukan hanya untuk menciptakan rindu yang ku harap kan menyelusup masuk ke dalam hatimu.. Aku ingin menanamkan putik-putik bunga rindu yang nantinya kan merekah indah di taman hatimu..Agar kelopak-kelopaknya harum mewangi..  Sebagai bingkai penghias kalbumu. Sebagai pondasi penopang rusuk-rusukmu.. Agar kau selalu mengingatku.. Agar kau selalu mengenangku.. Seperti janji-janji yang pernah kau ikrarkan kala itu, disaksikan desah angin malam.. Disaksikan pendar  kelip gemintang..
          Yakinlah aku tetap menantikanmu di setiap malam-malamku. Menantikan suaramu menggema di seluruh ruang. Menamani sepinya jiwa yang kerap membelengguku. Yakinlah suatu saat aku kan menjemputmu dengan bentangan sayap-sayap cintaku. Terbang jauh ke taman langit,, mengelilingi guratan tujuh warna bianglala yang terukir indah di nirwana. Seperti mimpi-mimpi kita.. Seperti harapan kita berdua untuk mengukir nama kita berdua di atas awan. Lalu membawanya pulang sebagai kenangan yang tak kan pernah terlupakan.
           Aku ingin kau tahu,,terangya ribuan kerlip gemintang di taman langit malam ini tak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan nyala api cintamu yang berpijar terang merasuk hingga ke lorong hatiku yang gelap gulita.. Kekal dan terus menyala ia disana. Tak pernah padam.. Tetap berkobar..
Lalu akupun ingin kau tahu,, indahnya bait demi bait goresan kata penyair dan sejuta fatwa pujangga tak berarti apa-apa bila di bandingkan dengan kemilau senyum bibirmu yang mampu menghapus rana duka di dalam hati ini.. Menebarkan wewangian kasih yang mampu merenggut pedih nestapa seketika.. Hingga luka ini perlahan hilang,, pias,, sirna lalu pergi tak berbekas . Terbawa indahnya senyum yang kau ukir di bibirmu dengan penuh cinta.. Akupun ingin kau tahu,, merdunya suling serunai belumlah mampu menandingi merdunya suaramu yang kerap kali berbisik di telingaku.. Mengalun dan membahana hingga buatku terlena..  Dan sekarang aku ingin kau tahu,, meski seribu kata dan sejuta umpama kutuliskan dalam puisi ini,,semua itu  belumlah cukup untuk  menggambarkan begitu sempurnanya kau bagiku.. Tapi satu yang aku harap darimu,, semoga dengan secuil kata-kata dalam puisiku  ini kau bisa mengerti bahwa begitu besar cintaku untukmu.. Dengan cara ini kuperlihatkan cintaku.. Dan dengan cara ini aku mengagumimu..

oleh Aldy Rahadian

Rabu, 26 Januari 2011

tanya kenapa???

kenapa y?
Ak orang'y mdh sayang sama orang lain.tp kalau untk mencintai itu susah se x...
Sy jg senang d perhatikan,tp sy jg bs benci jika terlalu d perhatikan.
Oh..kok mlh membingungkan gini y???
Ak suka tipe pria sederhana.Dalam mencintai ak tdk memandangi tampang,tp ak lbh sk pria sederhana yg bs membwt ku penasaran dg sosok'y..ak suka pria yg sdkt humoris tp romantis hehehe
Memang ci sy lum pernah pacaran dlm arth sebenar'y seperti kenyataan sekarang,tp...meski bgt ak jg pernah jath cinta n patah hati kwkwkwk
 
oleh Lovely Selalu Aishiteru
 

`P.E.N.G.A.L.A.M.A.N !!!!

Putus cinta memang menyakitkan, seberapa kuatnya seseorang pasti pernah meneteskan air mata untuk hal ini, bener ga?. Tidak terkecuali saya juga hehehe.... cerita cinta akan memberikan sebuah kata-kata mutiara atau kata bijak cinta bagi seseorang yang sedang putus cinta ini

@Sebuah jalan yang tanpa akhir


Ku langkahkan kaki ku, kuberjalan menyusuri, ku perlahan berlari.
Menyusuri suatu jalan yang tanpa akhir.

Lelah badan ini.
Sesak dadaku perlahan nafasku semakin cepat.
Tapi tak pernah aku temui apa yang kucari.

Kutatap langit.


Kuberkata pada yang kuasa.
Kenapa aku tak pernah menemukan
Suatu yang telah lama kuinginkan.

Sesaat ketika kuberkata dengan kesombonganku
Seorang sahabat menghampiri ku.
Aku terkejut karena dia memberikan.
Yang selama ini kuhayalkan.

Aku kini mengerti.
Perjalanan itu jangan pernah dicari
karena pasti kan menemukan.
Ketika seorang dengan kesungguhan
ketika seseorang dengan kegigihan.

Suatu sinar terang akan menghampiri
Sesuai dengan apa yang telah
kita lakukan dengan segala kemampuan
Dan do'a kepada yang kuasa.

Maaf ya kalau ga terlalu bagus...salam cerita cinta...

Berikut adalah petikan semangat untuk aku saat aku terpuruk...

@Bila kamu sedang menatap langit, lihatlah ketika malam yang tak berbintang, hanya sang bulan yang merasa kesunyian. Tapi dia tetap menyinari, dan tetap memberikan senyum untuk semua yang membutuhkannya.


@Tak setetes air mata pun yang pantas kamu teteskan untuk sang berwajah dua, dan tak segores kesedihan pun pantas kamu tampakkan untuk seorang yang hanya menertawakan kamu bersama kekasih barunya.


@Bintang itu beribu banyaknya, dan rintik hujan itu tak terhitung jumlahnya. Bila bintang berhenti bersinar, dan bila hujan berhenti berdenting, jangan terlalu kau nanti, karena mereka akan kembali dengan yang lebih baik.


@Sadarkah kamu, terpikirkah oleh kamu?. Mengapa tuhan juga mengizinkan dia untuk menginggalkan kamu?. Kini memang kamu hanya bisa bersedih dan menangis untuk menjawabnya, tapi kelak suatu jawaban akan datang dan membuat kamu sangat bersyukur karena ini telah terjadi.

^Pengalaman someone ,,
 
oleh AcHie AsRasjid
 

firzT LoVe

nPa zAaT iNe q mZh bLo0m bZa Lpain kM
MUngqn krN km zNGt bRtTi bWt aq
AnDai ja q bZa pTar kMbL WkT yg tLah bRlalu q mZh peNgn BAngEeT Zm2 km . .
WLauPn q tw qTa QTA tk muNgqn bRzT . .
N q jg zdr lw q tkKaN BzA JD ZpRt yg kW mW . ,
ineLah aQ apa adax . . tp yg pzTx q tTp zYg n cNt ma kM

My FirzT LoVe